BERITA TERKINI
Papan Nama Menentukan Persepsi: Ketika Restoran Baru Ternyata Menyajikan Kuliner Mandailing

Papan Nama Menentukan Persepsi: Ketika Restoran Baru Ternyata Menyajikan Kuliner Mandailing

Sebuah bangunan baru di belakang halte memancing rasa penasaran. Dari kejauhan, tulisan “Selamat Datang” pada bangunan sempat mengarahkan dugaan bahwa tempat itu adalah rumah makan Padang.

Namun, papan nama yang terpasang di jalan masuk menuju halaman parkir memberi petunjuk berbeda. Di bawah nama restoran dan logo berukuran besar, tertulis keterangan “Masakan Nusantara”. Penanda itu mengubah kesan awal: tempat tersebut bukan khusus menjual masakan Padang, melainkan menawarkan hidangan Nusantara.

Anggapan bahwa restoran itu mungkin menyajikan olahan dari berbagai daerah di Indonesia mendorong langkah untuk masuk lebih jauh. Bangunannya terlihat masih baru. Perkembangannya sempat terpantau sejak lahan kosong, kemudian diuruk di sebagian sisi, dipadatkan, hingga akhirnya berdiri bangunan.

Namun, saat membaca daftar menu, kesan “masakan Nusantara” tidak langsung tampak sebagai ragam hidangan dari berbagai daerah. Di antara menu yang ada, satu nama masakan menarik perhatian: ayam bakar atau goreng andaliman.

Andaliman dikenal sebagai bumbu khas masakan Batak dari Sumatra Utara, kerap disebut merica Batak. Cita rasanya khas—pedas, sedikit membuat lidah kebas, dan memiliki gurih yang sulit dicari padanannya.

Setelah bertanya kepada pegawai restoran, barulah diketahui bahwa tempat tersebut menyediakan hidangan khas Mandailing, Sumatra Utara. Masakannya disebut halal, sejalan dengan latar masyarakat Mandailing yang umumnya muslim.

Pilihan pun jatuh pada ayam bakar andaliman, ubi tumbuk—yang dijelaskan sebagai gulai daun singkong dirajang halus—serta kupat sayur Mandailing.