Jajanan tradisional khas Sulawesi Tengah masih menjadi pilihan camilan masyarakat di Kota Palu. Salah satunya panada, makanan berbahan dasar tepung yang digoreng dan diisi dengan berbagai varian, yang hingga kini tetap bertahan sebagai bagian dari warisan kuliner lokal.
Di Palu, panada mudah ditemukan, terutama di kawasan Tanjung Dako. Di sepanjang area tersebut, pedagang menjajakan panada dengan beragam pilihan isian, mulai dari abon ikan hingga sayuran, untuk memenuhi selera pembeli dari berbagai kalangan.
Dari sisi harga, panada juga dinilai terjangkau. Dengan Rp10 ribu, pembeli bisa mendapatkan tiga buah panada. Harga ini menjadi daya tarik bagi warga yang ingin menikmati jajanan tradisional tanpa mengeluarkan biaya besar.
Rasya, salah satu penjual panada di Tanjung Dako, mengatakan minat masyarakat terhadap camilan ini masih cukup tinggi. Ia mengaku setiap hari berjualan di lapak sederhana yang ramai dikunjungi pembeli, terutama pada sore hari.
Menurut Rasya, panada tetap diminati karena rasanya yang gurih dan pilihan isiannya yang beragam. “Panada masih banyak diminati, apalagi karena rasanya gurih dan isiannya beragam, ada abon ikan dan sayur, jadi pembeli bisa pilih sesuai selera,” ujarnya.
Dengan cita rasa khas dan harga yang ekonomis, panada di kawasan Tanjung Dako terus menjadi salah satu camilan favorit masyarakat Palu. Keberadaannya tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga mencerminkan identitas kuliner lokal yang terus dijaga oleh para pedagang setempat.

