BERITA TERKINI
Pakar Gizi UI Ingatkan Risiko Makan Berlebihan Saat Lebaran, Bisa Picu Gangguan Pencernaan

Pakar Gizi UI Ingatkan Risiko Makan Berlebihan Saat Lebaran, Bisa Picu Gangguan Pencernaan

Perayaan Hari Raya Idulfitri kerap identik dengan beragam hidangan khas yang menggugah selera, mulai dari ketupat, opor ayam, rendang, semur daging, sayur godog, hingga lemang. Aneka kue kering seperti nastar, kastengel, dan putri salju juga biasanya hadir sebagai camilan.

Namun, di balik ragam sajian tersebut, masyarakat diimbau tetap bijak mengatur konsumsi. Guru Besar Departemen Gizi Universitas Indonesia (UI), Prof Sandra Fikawati, mengingatkan kebiasaan makan berlebihan saat Lebaran dapat memicu berbagai gangguan kesehatan jika tidak dikendalikan.

Menurutnya, konsumsi makanan berlemak dan bersantan dalam jumlah besar dapat membuat sistem pencernaan bekerja lebih berat. Kondisi ini berpotensi menimbulkan keluhan seperti perut kembung, mual, sakit perut, hingga diare atau sembelit.

“Pada momen Lebaran, banyak orang cenderung ingin menikmati berbagai hidangan yang tersedia. Namun, jika porsinya tidak dikendalikan, hal ini dapat membebani sistem pencernaan dan menimbulkan berbagai keluhan kesehatan,” ujar Prof Sandra, Jumat (18/3/2026).

Ia menambahkan, konsumsi kue kering dan minuman manis secara berlebihan juga dapat memicu lonjakan gula darah. Risiko ini disebut lebih berbahaya bagi penderita diabetes maupun mereka yang memiliki risiko diabetes.

Selain itu, Prof Sandra mengingatkan agar masyarakat mewaspadai makanan tinggi lemak dan garam. Jenis makanan tersebut dapat meningkatkan kolesterol dan tekanan darah, serta berisiko menambah peluang terjadinya penyakit jantung dan stroke.

Kalori berlebih juga dapat berdampak pada kenaikan berat badan dan membuat tubuh lebih mudah lelah serta mengantuk.

Meski demikian, ia menegaskan menikmati hidangan Lebaran tidak harus mengorbankan kesehatan. Menurutnya, kunci utamanya adalah menjaga keseimbangan dan porsi makan.

Hidangan khas seperti ketupat, opor ayam, gulai, atau rendang tetap bisa dinikmati selama dikonsumsi dalam porsi yang wajar. Ia menyarankan mengambil makanan secukupnya, membatasi kue kering dan minuman manis, serta memperbanyak konsumsi buah dan sayur agar pencernaan lebih terjaga dan rasa kenyang bertahan lebih lama.

“Lebaran seharusnya tetap menjadi momen kebersamaan yang menyenangkan. Dengan pola makan yang lebih bijak dan seimbang, masyarakat tetap dapat menikmati hidangan khas Idulfitri tanpa harus mengorbankan kesehatan,” katanya.

Selain mengatur porsi, Prof Sandra juga menekankan pentingnya mencukupi kebutuhan air putih dan makan secara perlahan agar tubuh dapat mengenali rasa kenyang. Aktivitas ringan seperti berjalan kaki juga disarankan untuk membantu menjaga kebugaran serta keseimbangan energi selama perayaan Lebaran.