BERITA TERKINI
Pakar Gizi Sarankan Tambahkan Kayu Manis ke Kopi untuk Tambah Manfaat Kesehatan

Pakar Gizi Sarankan Tambahkan Kayu Manis ke Kopi untuk Tambah Manfaat Kesehatan

Bagi banyak orang, secangkir kopi kerap menjadi bagian dari rutinitas untuk memulai hari. Selain membantu mengusir kantuk, kopi juga dikenal kaya antioksidan.

Pakar diet berlisensi Michelle Routhenstein, M.S., RD, CDCES, mengatakan penelitian menunjukkan orang yang minum satu hingga empat cangkir kopi per hari memiliki risiko lebih rendah terhadap penyakit jantung, stroke, diabetes tipe 2, hingga beberapa kondisi otak seperti Parkinson.

Menurut sejumlah ahli, manfaat kopi hitam dapat ditingkatkan dengan menambahkan bahan dapur yang sederhana, yakni kayu manis.

Kayu manis dikenal sebagai rempah beraroma harum yang memberi rasa manis alami tanpa gula. Selain digunakan sebagai bumbu, kayu manis juga telah lama dikaitkan dengan berbagai manfaat kesehatan.

Sejumlah penelitian menunjukkan kayu manis dapat membantu menurunkan risiko penyakit jantung. Rempah ini mengandung mineral dalam jumlah kecil, seperti kalium, magnesium, dan kalsium, yang berperan dalam menjaga kesehatan jantung. Kayu manis juga disebut dapat membantu mengontrol kadar kolesterol jahat.

Pakar diet Lauren Manaker, M.S., RDN, LD, CLEC, menyebut kayu manis telah dikaitkan dengan penurunan kadar kolesterol LDL dan trigliserida yang dapat mendukung kesehatan kardiovaskular, meski penelitian lanjutan masih diperlukan. Untuk mendapatkan manfaatnya, ia menyarankan menambahkan sekitar 1 sendok teh kayu manis ke kopi harian.

Selain itu, kayu manis juga diduga membantu mengurangi peradangan. Manaker menjelaskan, meski kayu manis hanya mengandung sedikit mikronutrien, kekuatan utamanya terletak pada kandungan antioksidan yang melimpah. Kayu manis kaya senyawa anti-inflamasi seperti cinnamaldehyde, asam sinamat, eugenol, dan polifenol.

Penelitian menunjukkan konsumsi kayu manis dapat meningkatkan kadar antioksidan dalam darah sekaligus menurunkan penanda inflamasi, seperti C-reactive protein (CRP). Hal ini dinilai membantu tubuh melawan radikal bebas dan melindungi sel dari stres oksidatif.

Routhenstein juga menyoroti manfaat kayu manis bagi orang yang kerap mengalami sugar craving atau keinginan mengonsumsi makanan manis. Ia mengatakan efek kayu manis terhadap stabilitas gula darah dapat mengurangi rasa lapar reaktif dan keinginan makan manis, antara lain dengan memperlambat penyerapan glukosa dan mendukung sensitivitas insulin.

Karena itu, kombinasi kopi dan kayu manis disebut cocok dikonsumsi setelah makan. Routhenstein menilai perpaduan ini dapat membantu menstabilkan gula darah setelah makan dan meningkatkan asupan antioksidan, sekaligus memungkinkan orang menikmati kopi tanpa tambahan gula atau krim beraroma.

Selain kayu manis, para ahli juga menyebut beberapa bahan alami lain yang bisa menjadi variasi tambahan pada kopi, di antaranya minyak zaitun, kapulaga, bubuk cokelat murni, dan jahe. Minyak zaitun dinilai dapat memberi tekstur lebih lembut tanpa tambahan susu atau krim, sementara kapulaga disebut membantu mengurangi rasa pahit kopi serta mendukung pencernaan. Bubuk cokelat murni mengandung serat, mineral, dan antioksidan, serta theobromine yang dapat meningkatkan kewaspadaan dan suasana hati tanpa tambahan gula. Adapun jahe dapat ditambahkan untuk membantu menenangkan perut yang terasa begah atau kembung akibat asam lambung atau efek kafein.