BERITA TERKINI
Pakar Gizi Rekomendasikan Pangan Lokal untuk Menu Sahur dan Berbuka yang Lebih Sehat

Pakar Gizi Rekomendasikan Pangan Lokal untuk Menu Sahur dan Berbuka yang Lebih Sehat

Menjaga asupan makanan selama bulan Ramadhan menjadi salah satu kunci agar tubuh tetap bugar saat berpuasa. Setelah menahan lapar dan haus seharian, pilihan menu saat sahur dan berbuka tidak hanya berfungsi mengembalikan energi, tetapi juga membantu menjaga keseimbangan gizi.

Pakar gizi dari IPB University, Eny Palupi, menyarankan pemanfaatan pangan lokal sebagai alternatif menu sehat selama Ramadhan. Menurutnya, bahan pangan lokal yang mudah ditemukan dinilai lebih segar, mampu membantu memenuhi kebutuhan gizi harian, serta berperan dalam menjaga kestabilan gula darah.

Berikut beberapa pilihan pangan lokal yang dapat dijadikan menu sahur dan berbuka.

1. Umbi-umbian
Umbi-umbian seperti singkong, ubi jalar, dan talas dapat menjadi sumber karbohidrat kompleks. Jenis karbohidrat ini dicerna lebih lambat sehingga memberikan rasa kenyang lebih lama, sehingga cocok dikonsumsi saat sahur agar tidak cepat lapar. Pengolahan sederhana seperti direbus atau dikukus juga membantu menjaga kandungan gizinya, sekaligus mendukung upaya menjaga kadar gula darah tetap stabil.

2. Kacang-kacangan
Kacang-kacangan direkomendasikan sebagai sumber protein nabati. Kandungan serat, lemak tak jenuh, serta vitamin di dalamnya dinilai membantu memperbaiki jaringan tubuh dan menjaga kesehatan jantung. Konsumsi kacang dalam jumlah cukup juga disebut dapat membantu mengontrol gula darah, sehingga bisa menjadi pilihan camilan saat berbuka.

3. Buah-buahan lokal
Berbuka puasa kerap identik dengan makanan manis. Buah-buahan lokal dapat menjadi pilihan yang lebih sehat karena mengandung gula alami yang mudah dicerna untuk membantu memulihkan energi. Pisang, pepaya, mangga, hingga rambutan termasuk buah yang dapat dikonsumsi saat berbuka. Sementara bagi yang ingin menjaga gula darah, buah berindeks glikemik rendah seperti alpukat, jambu biji, dan buah naga dapat menjadi alternatif.

Selain manfaat kesehatan, pemilihan pangan lokal juga dinilai mendukung keberlanjutan karena lebih segar dan minim proses pengawetan. Kebiasaan ini sekaligus dapat membantu perekonomian petani lokal.