Kabar duka datang dari dunia kuliner. Nunuk Nuraini, sosok yang dikenal sebagai peramu berbagai varian rasa mi instan Indomie, meninggal dunia pada Rabu, 27 Januari 2021. Informasi wafatnya Nunuk disampaikan oleh pihak Indomie, sementara penyebab meninggalnya belum diketahui.
Nunuk disebut berperan penting dalam pengembangan beragam varian bumbu Indomie. Berkat kontribusinya, ia kerap dikenang sebagai figur berharga di industri kuliner, khususnya mi instan di Indonesia.
Pada 2017, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil pernah menyebut Nunuk sebagai “pahlawan anak kos”. Pernyataan itu disampaikan melalui akun Instagramnya. “Coba anak-anak mahasiswa, ucapkan terima kasih dan doa yang baik untuk ibu Nunuk, sosok pahlawan bagi anak-anak kos, terutama jika akhir bulan. Hidup Unpad,” tulis Ridwan Kamil di akun Instagram @ridwankamil.
Nunuk merupakan insinyur lulusan Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, angkatan 1980, dari jurusan Teknologi Pangan. Berbekal kegemaran memasak dan latar keilmuan tersebut, ia meramu sejumlah varian rasa Indomie, di antaranya soto, kari ayam, rendang, ayam bawang, cabai hijau, ayam geprek, hingga sambal matah.
Selama hampir 30 tahun, Nunuk mengabdi di PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk, perusahaan yang memproduksi Indomie. Produk mi instan ini tidak hanya dikenal luas di Indonesia, tetapi juga memiliki penggemar di berbagai negara di Asia, Amerika, hingga Afrika. Indomie juga pernah dinobatkan sebagai mi instan terenak di dunia oleh koran LA Times di Amerika Serikat.

