Usaha kuliner lokal di Kabupaten Ende terus bertumbuh di tengah persaingan bisnis kafe yang kian ketat. Niu Cafe & Resto menjadi salah satu pelaku usaha yang berupaya mempertahankan pelanggan melalui kualitas rasa, inovasi menu, serta pelayanan yang fleksibel bagi pengunjung.
Pemilik Niu Cafe & Resto, Haikal, mengatakan usaha yang dirintis sejak 2024 itu berawal dari keinginannya membangun lapangan kerja skala kecil setelah kembali ke Ende dari luar daerah. Bersama istrinya, ia memutuskan melanjutkan usaha kuliner dengan berbekal pengalaman dasar memasak dan keberanian mencoba usaha sendiri.
“Kami pikir lebih baik mencoba daripada menyesal tidak pernah mulai. Harapannya bukan hanya bisnis bertahan, tapi juga bisa bantu orang lain dapat pekerjaan,” ujarnya dalam program Muda Kreatif Pro 2 RRI Ende, Minggu, 10 Mei 2026.
Berlokasi di Jalan Melati, Ende, Niu Cafe menawarkan sejumlah menu yang umum ditemui, seperti nasi goreng gila, nasi 4t, kopi, serta camilan lokal. Namun, salah satu menu yang disebut paling menarik perhatian pelanggan adalah nasi kebuli khas Timur Tengah. Menu ini diolah menggunakan resep keluarga dan disajikan dengan sistem pre-order karena proses memasaknya memakan waktu hingga lima jam.
Haikal menilai media sosial kini menjadi faktor penting dalam membangun usaha kuliner, terutama untuk menjangkau pelanggan baru dan wisatawan. Selain promosi digital, ulasan pelanggan di platform pencarian juga dinilainya turut membantu memperkenalkan usaha lokal di Ende kepada pengunjung dari luar daerah.
Ia juga melihat tren kuliner di Ende mulai bergerak mengikuti perkembangan visual dan gaya penyajian makanan kekinian. Meski begitu, Haikal menegaskan rasa tetap menjadi faktor utama agar pelanggan kembali datang dan usaha dapat bertahan dalam jangka panjang.

