BERITA TERKINI
Naung Group Luncurkan Senses di Citraland Surabaya, Usung Konsep Experiential Dining Premium

Naung Group Luncurkan Senses di Citraland Surabaya, Usung Konsep Experiential Dining Premium

Surabaya kini menjadi salah satu pasar yang dilirik pelaku industri kuliner untuk mengembangkan konsep experiential dining atau pengalaman bersantap multisensori. Menangkap tren tersebut, Naung Group Hospitality menghadirkan Senses, destinasi gastronomi modern Asian dining yang berlokasi di kawasan Citraland, Surabaya.

Surabaya, sebagai kota metropolitan dengan pertumbuhan kelas menengah atas yang konsisten, dinilai memiliki potensi untuk konsep kuliner yang tidak hanya menonjolkan rasa, tetapi juga menghadirkan dekorasi tematik dan narasi atau storytelling dalam pengalaman bersantap.

Chief Executive Officer (CEO) Naung Group, Andrew Zefanya, menjelaskan menu di Senses merupakan interpretasi modern dari kuliner Asia yang memadukan teknik kontemporer dengan kekayaan tradisi. “Menu di Senses merupakan interpretasi modern kuliner Asia yang menggabungkan teknik kontemporer dengan kekayaan tradisi,” kata Andrew, Minggu (19/4/2026).

Menurutnya, setiap hidangan dirancang untuk membawa narasi terkait asal-usul bahan dan proses pembuatannya. Pendekatan tersebut disebut menjadi nilai tambah yang ditujukan untuk memperkuat daya saing Senses di pasar kuliner premium Surabaya.

Penguatan bahan baku lokal

Strategi bisnis Senses tidak hanya menitikberatkan pada hasil akhir, tetapi juga memperkuat sisi hulu melalui pengadaan bahan baku lokal yang autentik. Langkah ini diarahkan untuk membangun keunggulan kompetitif sekaligus memberdayakan potensi ekonomi daerah.

Sejumlah bahan yang dihadirkan antara lain jamur kulat dari Bangka dengan karakter rasa earthy, andaliman dari dataran tinggi Karo, hingga program “catch of the day” yang menyajikan ikan segar hasil tangkapan nelayan Bali dan perairan Jawa Timur, termasuk Madura dan Gresik.

Andrew menyebut pendekatan tersebut bertujuan membentuk skema pasar yang lebih inklusif dengan melibatkan petani dan nelayan lokal sebagai bagian dari rantai nilai. Dengan membangun hubungan langsung ke sumber bahan, Senses disebut dapat menciptakan efisiensi sekaligus menjaga stabilitas pasokan dan kualitas produk.

Ekosistem hospitality terintegrasi

Senses juga dirancang sebagai ekosistem hospitality terintegrasi. Dalam satu destinasi, pengunjung dapat menikmati restoran Senses, bakery artisan Something Baked, serta bar speakeasy Apostrophe. Model ini disebut menjadi strategi diversifikasi untuk memperluas segmen pasar dan meningkatkan nilai transaksi per kunjungan.

Andrew, yang memiliki latar belakang Finance dan Accounting, menekankan keberlanjutan bisnis hospitality ditentukan oleh kemampuan membaca pasar dan membangun sistem yang efisien. “Kami melihat Senses sebagai strategi membangun ekosistem bisnis berkelanjutan. Kami tidak hanya menjual pengalaman pelanggan, tapi juga memperkuat rantai pasok lokal dan menciptakan nilai ekonomi yang lebih luas,” ujarnya.

Naung Group sendiri merupakan hospitality collective berbasis gaya hidup yang berfokus pada pengembangan merek berbasis pengalaman. Melalui filosofi “A Better Life”, grup ini menyatakan komitmen untuk membangun ekosistem industri yang inklusif dan matang, sekaligus menjadikan potensi lokal sebagai katalis pertumbuhan ekonomi baru di segmen premium.