Kawasan kuliner Kembangan Utara, Jakarta Barat, bertambah dengan hadirnya Mokja Korean Street Food. Kedai yang berlokasi di Jl. Kembangan Baru No.1, Kecamatan Kembangan ini resmi beroperasi sejak 2024 dan menawarkan aneka hidangan Korea dengan klaim cita rasa otentik dan harga yang lebih terjangkau.
Sejumlah menu yang ditawarkan mencakup hidangan utama, camilan, hingga minuman. Di antaranya gimbap dengan varian isi seperti ayam, daging sapi, ikan tuna, dan sayuran; kimchi homemade dengan resep khusus; onigiri; bibimbap dengan saus gochujang; tteokbokki; odeng dalam kuah kaldu; serta dosirak atau bekal makanan Korea untuk dibawa pulang.
Selain itu, tersedia pula snack seperti mandu goreng dan twigim (sayuran atau seafood goreng tepung), serta pilihan minuman seperti teh hijau Korea, jus buah segar, dan soda khas Korea. Harga menu dibanderol mulai Rp8.000 hingga Rp50.000.
Untuk meramaikan aktivitas kuliner di kawasan tersebut, Mokja Korean Street Food menggelar promo gratis pudding hingga akhir Februari 2026. Promo berlaku untuk pembelian minimal Rp100.000 dan bersifat kelipatan. Artinya, pembelian Rp200.000 mendapatkan dua pudding, Rp300.000 mendapatkan tiga pudding, dan seterusnya. Pengunjung juga dapat memilih varian pudding sesuai selera. Kedai ini buka setiap hari pukul 12.00–23.00 WIB.
Salah satu pengunjung, Teguh, mengaku datang setelah melihat rekomendasi teman di media sosial. Ia menilai rasa tteokbokki di tempat tersebut otentik, dengan tekstur kenyal dan kuah yang menurutnya lezat. Teguh juga menyoroti harga yang terjangkau serta promo pudding kelipatan yang membuat pengalaman makan semakin menyenangkan.
Manajer Mokja Korean Street Food, Harry, mengatakan konsep kedai dibuat untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang ingin menikmati makanan Korea dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan restoran Korea pada umumnya. Ia menyebut inspirasi kedai ini diambil dari pasar makanan jalanan di Korea yang dikenal dengan suasana akrab.
Harry menambahkan, bahan-bahan yang digunakan dipilih dengan cermat, termasuk beberapa bumbu yang diimpor langsung dari Korea untuk menjaga cita rasa. Ia juga menyebut permintaan makanan Korea di Jakarta terus meningkat, terutama di kalangan muda dan keluarga. Karena itu, timnya berencana mengembangkan menu dan menambah varian baru yang menyesuaikan selera lokal tanpa mengorbankan cita rasa asli.
Ke depan, pihaknya mempertimbangkan membuka cabang di kawasan lain jika respons masyarakat tetap positif. Menurut Harry, promo pudding kelipatan juga dirancang untuk mendorong kunjungan bersama keluarga atau kelompok teman.
Mokja Korean Street Food menyebut kedainya didesain dengan suasana hangat dan nyaman, serta menyediakan area parkir bagi pengunjung yang datang dengan kendaraan pribadi. Untuk kebutuhan dibawa pulang atau pengantaran, kedai ini juga bekerja sama dengan sejumlah platform pemesanan makanan daring.

