Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan kepada murid sekolah dasar (SD) di Kabupaten Tasikmalaya selama Ramadan 2026 menuai kritik dari sejumlah orangtua. Paket makanan yang diterima anak-anak dinilai belum mencerminkan komposisi gizi seimbang dan kualitas penyajian yang layak untuk usia sekolah.
Salah satu orangtua murid SD di Kecamatan Padakembang, Jenal Abidin (35), menyampaikan kekecewaannya terhadap menu yang diterima anaknya. Menurut dia, paket MBG tersebut hanya berisi roti, telur puyuh, dan kurma, tanpa lauk maupun sayuran.
“Anak saya hanya mendapat roti, telur puyuh, dan kurma. Tidak ada lauk maupun sayuran. Ini terlalu sederhana untuk disebut menu bergizi,” ujarnya, Rabu (25/2/2026) sore.
Jenal menilai paket yang dibagikan lebih menyerupai makanan ringan ketimbang menu bergizi yang dapat menunjang kebutuhan nutrisi anak. Ia mengakui pola makan anak memang menyesuaikan selama Ramadan karena menjalankan puasa, namun berharap paket yang dibagikan tetap memperhatikan kebutuhan gizi harian, terutama untuk mendukung aktivitas belajar di sekolah.
Ia juga meminta pihak sekolah dan penyelenggara program melakukan evaluasi terhadap menu MBG, terlebih pada momen Ramadan yang menurutnya tetap harus memperhatikan aspek kesehatan anak.
Keluhan serupa disampaikan orangtua murid SD di Kecamatan Cigalontang, Fajar Rivaldi (30). Ia menyatakan program MBG pada dasarnya baik, tetapi kualitas menu yang diberikan kepada penerima manfaat juga harus diperhatikan.
“Programnya bagus, tapi apa yang diberikan kepada penerima manfaat juga harus baik. Jangan asal memberikan menu MBG,” katanya.
Menanggapi kritik tersebut, penanggung jawab Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Cigalontang, Rafli Irawan, menyampaikan permohonan maaf kepada para penerima manfaat terkait paket kering MBG yang dinilai kurang maksimal. Ia menjelaskan, pada awalnya paket direncanakan untuk kebutuhan tiga hari.
Namun, berdasarkan arahan dari pusat melalui sistem data pokok pendidikan (dapodik), distribusi harus dilakukan setiap hari. Kondisi itu membuat pihaknya menyesuaikan komposisi menu menjadi harian.
“Mohon maaf kepada seluruh PIC penerima manfaat. Kami dari pihak SPPG kurang maksimal dari pemberian paket kering MBG. Insyaallah, mulai minggu depan, kami akan evaluasi lebih maksimal untuk pemberian paket keringan,” ujar Rafli.

