BERITA TERKINI
Menu Buka Puasa Sehat Ramadan 2026: Kurangi Gorengan dan Gula, Utamakan Gizi Seimbang

Menu Buka Puasa Sehat Ramadan 2026: Kurangi Gorengan dan Gula, Utamakan Gizi Seimbang

Berbuka puasa menjadi momen yang dinanti setelah seharian menahan lapar dan haus. Namun, pilihan makanan saat berbuka perlu diperhatikan agar kesehatan tetap terjaga selama Ramadan 2026. Ahli gizi mengingatkan untuk membatasi gorengan serta makanan tinggi gula dan lemak, lalu mengutamakan menu bergizi seimbang.

Gorengan kerap menjadi pilihan karena praktis dan menggugah selera. Meski demikian, makanan ini umumnya tinggi kalori dan lemak jenuh. Dr. Fatimah Masyhur, Dosen Program Studi Pendidikan Dokter di Universitas Muhammadiyah Malang, menjelaskan konsumsi gorengan berlebihan dapat mengganggu sistem kardiovaskular dan membebani kerja jantung.

Selain gorengan, menu berbuka yang terlalu manis juga perlu diwaspadai. Makanan dengan kadar gula tinggi dapat memicu lonjakan gula darah, terutama pada penderita diabetes. Sementara itu, konsumsi lemak jenuh secara rutin disebut dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan. Minuman berkafein seperti teh dan kopi juga dapat menimbulkan rasa tidak nyaman pada lambung, khususnya bagi mereka yang memiliki keluhan asam lambung.

Untuk membantu tubuh tetap bugar selama berpuasa, menu berbuka dianjurkan mengandung gizi seimbang. Kombinasikan karbohidrat kompleks, protein hewani maupun nabati, sayuran, buah-buahan, serta air putih. Protein dinilai berperan dalam memperbaiki jaringan tubuh, menjaga keseimbangan cairan, dan mendukung sistem kekebalan tubuh.

Beberapa pilihan karbohidrat kompleks yang dapat dipertimbangkan antara lain nasi merah, roti gandum, dan ubi jalar. Sumber protein bisa berasal dari daging tanpa lemak, ikan, ayam tanpa kulit, telur, tahu, dan tempe. Sayuran hijau dan sayuran berwarna dapat melengkapi kebutuhan serat dan mikronutrien, sementara buah-buahan seperti kurma, melon, semangka, dan pisang dapat menjadi pilihan saat berbuka.

Asupan cairan juga menjadi perhatian. Dianjurkan minum air putih minimal delapan gelas per hari untuk membantu mencegah dehidrasi selama Ramadan.

Bagi orang dengan kondisi kesehatan tertentu, seperti asam urat atau diabetes melitus, pemilihan makanan saat berbuka perlu lebih selektif. Makanan cepat saji atau junk food yang tinggi karbohidrat sederhana sebaiknya dihindari karena dapat memicu kenaikan gula darah secara drastis. Selain itu, pengaturan jadwal minum obat selama puasa disarankan untuk dikonsultasikan dengan dokter.

Sejumlah alternatif menu berbuka yang dinilai lebih sehat meliputi sup buah tanpa santan, bubur kacang hijau, kolak pisang tanpa gula dengan pemanis alami seperti madu atau stevia, serta smoothie buah dan sayur yang mudah dicerna.

Secara keseluruhan, memilih menu buka puasa yang tepat dapat membantu menjaga kebugaran dan mendukung kelancaran ibadah. Mengurangi gorengan, membatasi makanan tinggi gula dan lemak, serta tidak berlebihan mengonsumsi minuman berkafein, dapat menjadi langkah untuk menjaga kesehatan sepanjang Ramadan 2026.