JAKARTA — Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menilai komunitas memiliki peran penting dalam membantu pengembangan kekayaan intelektual (intellectual property/IP) di bidang usaha kuliner lokal.
Hal itu disampaikan Teuku Riefky saat menghadiri Festival Burger Dunia yang digelar di Jakarta, Jumat (5/6). Menurutnya, komunitas dapat mendorong pertumbuhan sebuah IP karena memiliki loyalitas yang kuat dan pendekatan yang lebih humanis.
“Jadi sekarang justru yang bisa membantu berkembangnya sebuah IP adalah komunitas, karena komunitas itu lebih loyal, pendekatannya lebih humanis, lebih pertemanan, lebih sehobi, dan sebagainya,” ujarnya.
Ia mengatakan, komunitas juga memiliki kekuatan untuk menjadi motor promosi yang efektif bagi produk kreatif, termasuk kuliner. Karena itu, kegiatan yang mempertemukan pelaku usaha kuliner lokal seperti Festival Burger Dunia dinilai dapat menjadi sarana pengembangan usaha kreatif berbasis komunitas.
Teuku Riefky menambahkan, meski menawarkan produk yang sama, para pelaku usaha burger lokal yang terlibat dalam festival tersebut tetap memiliki keunikan masing-masing, mulai dari identitas merek, segmen pasar, hingga cerita yang dibangun.
“Masing-masing punya karakter, masing-masing punya segmen, masing-masing punya storytelling,” katanya.
Menurutnya, kekhasan tersebut dapat menjadi kekuatan untuk menarik minat konsumen sekaligus memperluas jangkauan pasar. Ia pun berharap kegiatan serupa dapat lebih sering digelar dengan melibatkan lebih banyak pelaku usaha kuliner lokal dari berbagai daerah.

