Aktivitas pedagang kaki lima di kawasan Stadion Maguwoharjo, Sleman, semakin menggeliat saat menjelang petang. Salah seorang pelaku usaha kecil, Ahmad, mengatakan waktu paling ramai terjadi pada sore hingga malam hari, yang ia manfaatkan untuk berjualan tahu gejrot kepada pengunjung.
Menurut Ahmad, lonjakan pembeli biasanya mulai terasa pada pukul 17.00 hingga 20.00 WIB. Pada rentang waktu itu, pengunjung didominasi masyarakat lokal yang datang menikmati suasana sekitar stadion. “Biasanya mulai ramai dari jam lima sampai jam delapan malam. Kebanyakan yang beli itu keluarga lokal,” ujarnya.
Ahmad menilai kawasan stadion menjadi pilihan berjualan karena tingkat keramaiannya relatif stabil. Berbagai aktivitas masyarakat di sekitar stadion juga turut mendukung keberlangsungan usahanya.
Meski sebagian besar pembeli berasal dari warga sekitar, Ahmad mengaku sesekali bertemu pembeli dari luar daerah, bahkan wisatawan asing, meskipun tidak sering. “Kadang ada juga pembeli dari luar, tapi tidak sering. Yang paling banyak tetap warga sekitar,” katanya.
Ia melihat kawasan Stadion Maguwoharjo memiliki potensi besar untuk pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), terutama karena lokasinya yang strategis serta tingginya mobilitas masyarakat.
Ke depan, Ahmad berharap penataan kawasan stadion dapat terus ditingkatkan tanpa mengurangi ruang bagi pelaku UMKM. Ia menilai kondisi saat ini sudah cukup baik, namun masih bisa dikembangkan agar lebih tertata dan semakin mendukung pertumbuhan ekonomi kecil. “Harapan saya ke depan tetap bagus dan bisa lebih tertata supaya UMKM semakin maju,” ucapnya.

