BERITA TERKINI
Menjelang Galungan, Harga Bumbu Dapur Naik Tajam di Pasar Umum Negara, Minyak Goreng Kemasan Mulai Sulit Dicari

Menjelang Galungan, Harga Bumbu Dapur Naik Tajam di Pasar Umum Negara, Minyak Goreng Kemasan Mulai Sulit Dicari

NEGARA — Menjelang Hari Raya Galungan, Buda Kliwon Dungulan, Rabu (17/6), harga sejumlah kebutuhan pokok di Pasar Umum Negara, Kelurahan Pendem, Kecamatan Jembrana, mulai menunjukkan tren kenaikan. Kenaikan paling terasa terjadi pada komoditas bumbu dapur, sementara minyak goreng kemasan dilaporkan mulai sulit ditemukan.

Para pedagang sembako menyebut permintaan masyarakat mulai meningkat menjelang hari raya umat Hindu tersebut. Meski lonjakan pembelian belum terjadi secara besar-besaran, kenaikan harga sejumlah komoditas disebut sudah berlangsung sejak awal Juni.

Salah seorang pedagang, Ni Wayan Muliada, mengatakan kenaikan paling mencolok terjadi pada bawang putih. Harga bawang putih yang sebelumnya sekitar Rp 25.000 per kilogram kini naik menjadi Rp 45.000 per kilogram. Ia menilai kenaikan dipicu terbatasnya pasokan yang masuk ke pasar. “Bawang putih yang paling keras naiknya. Dulu sekitar Rp 25.000, sekarang sudah Rp 45.000 per kilogram. Barangnya langka dan pasokannya sedikit,” ujarnya saat ditemui, Rabu (10/6).

Kenaikan juga terjadi pada cabai rawit. Dari kisaran Rp 55.000 per kilogram, harganya naik menjadi Rp 75.000–Rp 80.000 per kilogram. Cabai besar turut naik dari Rp 40.000 per kilogram menjadi Rp 45.000–Rp 50.000 per kilogram. Tomat pun naik dari Rp 10.000 menjadi Rp 15.000 per kilogram.

Komoditas lain yang ikut mengalami kenaikan adalah beras ketan yang banyak digunakan untuk kebutuhan upacara dan pembuatan jajanan khas Galungan. Harganya naik dari Rp 23.000 menjadi Rp 25.000 per kilogram.

Di tengah tren kenaikan tersebut, harga bawang merah justru turun. Muliada menyebut pasokan bawang merah dari Bangli mulai melimpah sehingga harga turun dari kisaran Rp 45.000–Rp 55.000 per kilogram menjadi Rp 35.000–Rp 40.000 per kilogram. “Sekarang bawang merah sudah banyak datang dari Bangli, jadi pasokan bertambah dan harganya langsung turun,” katanya.

Untuk kebutuhan pokok lainnya seperti telur ayam ras, tepung terigu, dan beras konsumsi umum masih relatif stabil. Harga beras standar berada di kisaran Rp 15.000 per kilogram, sedangkan beras premium Rp 16.000 per kilogram. Telur dan tepung juga belum menunjukkan perubahan signifikan.

Selain harga bumbu dapur, pedagang mengeluhkan pasokan minyak goreng kemasan yang makin sulit diperoleh. Pedagang sembako Ni Ketut Asih mengatakan kelangkaan minyak goreng kembali terjadi dalam sekitar dua minggu terakhir akibat pasokan dari distributor berkurang drastis. Sejumlah merek yang biasanya mudah didapat, seperti Sania, Sofia, hingga Bimoli, disebut mulai jarang ditemukan. “Sudah sekitar dua minggu sulit. Dari sales bilang barangnya memang tidak ada. Hampir semua merek berkurang, termasuk Minyakita,” ujarnya.

Asih menambahkan, harga minyak goreng kembali naik meski tidak terlalu besar, sekitar Rp 750 per kemasan. Khusus Minyakita, pedagang mengaku pasokannya semakin sulit. Bahkan, sebagian distributor disebut menerapkan sistem penjualan paket, yakni pedagang harus membeli beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) terlebih dahulu untuk memperoleh jatah Minyakita.

Kondisi ini mulai dirasakan masyarakat. Seorang warga, Ni Kadek Ayu Suwantari (30), asal Lingkungan Dewasana, Kelurahan Pendem, mengaku kenaikan harga bumbu dapur memberatkan pengeluaran rumah tangga menjelang Galungan. Ia tetap harus memenuhi kebutuhan dapur, namun mengurangi jumlah pembelian. “Harga bumbu sekarang mahal. Mau bagaimana lagi, tetap harus beli untuk kebutuhan sehari-hari. Biasanya saya langsung beli satu kilo, sekarang cukup setengah kilo saja,” katanya.

Suwantari berharap harga bumbu dapur dan kebutuhan pokok lain bisa kembali turun agar tidak semakin membebani masyarakat, terutama kalangan ekonomi menengah ke bawah yang tengah mempersiapkan kebutuhan hari raya. “Semoga harga bumbu dan sembako lainnya bisa turun supaya masyarakat biasa tetap bisa membeli kebutuhan dengan cukup. Apalagi menjelang hari raya kebutuhan pasti lebih banyak,” ujarnya.

Sementara itu, harga komoditas daging di Pasar Umum Negara terpantau relatif stabil. Harga daging ayam bahkan turun dibandingkan sebulan lalu, dari sempat menyentuh Rp 40.000 per kilogram menjadi sekitar Rp 32.000 per kilogram. Adapun daging sapi masih bertahan pada kisaran Rp 120.000–Rp 125.000 per kilogram dan daging babi stabil di angka Rp 90.000 per kilogram.

Para pedagang memperkirakan harga sejumlah kebutuhan pokok masih berpotensi bergerak hingga mendekati Hari Raya Galungan, terutama komoditas yang bergantung pada kelancaran pasokan dari luar daerah. Mereka berharap distribusi kembali normal agar lonjakan harga tidak semakin membebani masyarakat yang menyiapkan kebutuhan upacara maupun konsumsi keluarga.