BERITA TERKINI
Menjelajahi Kuliner Malam Surabaya: Rawon Setan dan Sego Sambel Mak Yeye yang Legendaris

Menjelajahi Kuliner Malam Surabaya: Rawon Setan dan Sego Sambel Mak Yeye yang Legendaris

Surabaya dikenal sebagai kota yang tetap hidup hingga larut malam. Ketika sebagian orang beristirahat, sejumlah warung makan justru ramai didatangi pelanggan yang mencari santapan malam dengan harga terjangkau dan cita rasa kuat. Kebiasaan berburu kuliner tengah malam ini menjadi bagian dari keseharian warga lokal maupun pelancong yang ingin merasakan pengalaman makan khas Kota Pahlawan.

Daya tarik kuliner malam Surabaya terletak pada keberagaman menu serta konsistensi rasa. Sejumlah warung telah bertahan puluhan tahun dan melayani pelanggan lintas generasi dengan resep yang relatif tidak berubah. Suasana sederhana—dari kursi plastik di pinggir jalan hingga aroma bumbu yang menguar di udara malam—menjadi bagian dari pengalaman yang dicari banyak orang.

Karakter masakan Surabaya kerap disebut “rasa yang jujur”: pedas yang tegas, gurih yang kuat, atau manis yang pas. Warung-warung malam umumnya tidak menawarkan kemewahan, namun menghadirkan kehangatan dan keramahan, dengan menu yang membuat pelanggan kembali datang.

Di antara deretan kuliner malam yang populer, Rawon Setan kerap disebut sebagai salah satu ikon. Nama “Setan” merujuk pada sejarah warung yang dulu buka hingga dini hari. Rawon ini dikenal dengan kuah kluwek yang pekat, potongan daging sapi yang empuk, serta rempah yang meresap. Hidangan ini biasa dinikmati bersama nasi hangat dan taoge pendek, menjadi pilihan banyak orang untuk mengisi perut di tengah malam.

Selain rawon, Sego Sambel Mak Yeye juga menjadi tujuan kuliner malam yang ramai dibicarakan. Warung ini dikenal dengan antrean pelanggan yang datang bahkan sebelum jam buka. Daya tarik utamanya disebut terletak pada sambal pedas khas Surabaya yang disajikan bersama ikan pe (pari) asap, telur dadar, dan tempe goreng. Bagi banyak pengunjung, menyantap Sego Sambel Mak Yeye bukan hanya soal rasa, tetapi juga pengalaman menunggu dan “berjuang” mendapatkan sepiring makanan yang sudah lama melegenda.