Jakarta, 5 Juni 2026 — Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) menyatakan komitmennya untuk terus meningkatkan kelas industri kreatif nasional, termasuk mendorong subsektor kuliner lokal agar mampu menembus pasar global. Komitmen itu ditegaskan melalui kehadiran Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya pada pembukaan “Festival Burger Dunia” di Chillax Sudirman, Jakarta, Jumat (5/6).
Festival yang digagas publik figur sekaligus pelaku usaha Aldi Taher ini ditujukan untuk mengakselerasi daya saing UMKM kuliner agar siap naik level ke kancah internasional. Dalam sambutannya, Teuku Riefky menilai festival kuliner tidak hanya menjadi ruang konsumsi, melainkan juga sarana promosi serta kolaborasi kekayaan intelektual (IP) sebagai strategi penguatan ekonomi kreatif.
Ia menyebut, melalui ajang semacam ini, Kementerian Ekraf mendorong kolaborasi agar produk IP kuliner—termasuk burger—dapat diberi sentuhan lokal yang unik sehingga tetap relevan, memiliki identitas Indonesia, dan diminati generasi muda.
Pembukaan acara ditandai dengan kegiatan “Makan Burger Bareng” bersama para tamu undangan. Menteri Ekraf juga meninjau langsung produk-produk yang ditampilkan untuk melihat kreativitas pelaku usaha lokal sekaligus memastikan intervensi kebijakan kementerian berjalan tepat sasaran.
Menurut Teuku Riefky, kekuatan ekonomi kreatif saat ini banyak lahir dari komunitas dan anak muda yang berkolaborasi untuk melahirkan ide-ide segar. Ia menekankan bahwa kuliner kini tidak hanya soal memasak, tetapi telah menjadi industri kreatif besar yang melibatkan branding, konten digital, serta keterhubungan dengan audiens.
Ia juga menyebut kuliner sebagai subsektor dengan kontribusi terbesar dalam ekonomi kreatif Indonesia. Data yang disampaikan menyebut subsektor ini menyumbang PDB terbesar hingga 40,27 persen atau hampir Rp648 triliun, mencatat investasi dan ekspor yang signifikan, serta menjadi penyerap tenaga kerja tertinggi dengan 15,58 juta pekerja. Lebih dari 57% pekerja di industri ekonomi kreatif disebut didominasi generasi muda berusia di bawah 42 tahun.
Festival Burger Dunia merupakan acara berbasis komunitas yang menggandeng kolaborasi dengan beragam IP burger. Meski menghadirkan berbagai IP, masing-masing merek tetap menonjolkan ciri khas dan keunikan pasarnya.
Aldi Taher menyampaikan harapannya agar festival ini menjadi bukti bahwa pelaku usaha dapat maju bersama, baik brand besar, UMKM, maupun pedagang kecil. Ia menilai burger sebagai makanan yang dekat dengan berbagai kalangan, dari anak muda hingga keluarga.
Festival ini diselenggarakan melalui kerja sama dengan Grab Indonesia lewat program Grab Puas Food Market, yang ditujukan sebagai wadah bagi pelaku usaha kuliner lokal untuk meningkatkan visibilitas. Melalui platform GrabFood Dine Out, kolaborasi tersebut juga diarahkan untuk memudahkan transaksi digital bagi pengunjung sekaligus menjembatani mitra UMKM dengan ekosistem digital yang terus berkembang.
Country Marketing and Communications Head Grab Indonesia, Melinda Savitri, mengatakan burger digemari karena praktis, familiar, dan terus berinovasi. Ia menyebut kolaborasi Grab Puas Food Market bersama Aldi Taher diharapkan dapat menghadirkan pengalaman kuliner burger yang menarik sekaligus meningkatkan visibilitas pelaku usaha secara unik.
Festival bebas biaya masuk ini berlangsung pada 5–7 Juni 2026 di Chillax Sudirman. Selama tiga hari, acara menghadirkan 18 jenama kuliner (17 UMKM dan 1 franchise) dan menargetkan kunjungan hingga 10.000 orang.
Dalam kegiatan tersebut, Menteri Ekraf didampingi Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain Yuke Sri Rahayu, Direktur Kuliner Romi Astuti, serta Tenaga Ahli Bidang Isu Media dan Opini Publik Hasbil Mustaqim Lubis.

