BERITA TERKINI
Memilih Kendaraan untuk Food Truck: Kriteria dan Opsi Mobil Niaga yang Banyak Dipakai

Memilih Kendaraan untuk Food Truck: Kriteria dan Opsi Mobil Niaga yang Banyak Dipakai

Bisnis food truck kian diminati karena dinilai membutuhkan modal awal yang lebih ringan dibanding membuka restoran. Pelaku usaha tidak perlu menyewa tempat permanen yang mahal, cukup menyiapkan kendaraan yang sesuai dan memilih lokasi berjualan yang strategis. Konsep yang fleksibel juga membuat food truck bisa menjangkau pasar yang dinamis, mulai dari area perkantoran, kampus, hingga berbagai acara.

Namun, pemilihan kendaraan kerap menjadi titik krusial bagi calon pelaku usaha. Kesalahan memilih mobil dapat berimbas pada operasional harian, misalnya konsumsi bahan bakar yang boros, kapasitas muatan terbatas, atau biaya perawatan yang menggerus margin. Karena itu, kendaraan untuk food truck tidak sekadar alat transportasi, melainkan sekaligus dapur, etalase, dan aset bisnis yang digunakan setiap hari.

Dimensi bak atau kabin yang sempit dapat membatasi penempatan peralatan masak dan ruang penyimpanan. Sementara itu, mesin yang tidak efisien akan meningkatkan biaya operasional harian. Sebaliknya, kendaraan niaga yang tepat bisa membantu menekan pengeluaran dan mendukung pengembangan bisnis ke depan.

Kriteria kendaraan yang ideal untuk food truck

Sebelum membeli, ada sejumlah hal teknis yang dapat menjadi pertimbangan. Pertama, dimensi bak atau kabin. Kendaraan sebaiknya memiliki ruang yang cukup untuk menampung peralatan masak, kompor, serta penyimpanan bahan baku. Kedua, kapasitas angkut (payload). Semakin besar payload, semakin fleksibel pengaturan tata letak dapur di atas bak.

Ketiga, efisiensi bahan bakar. Karena food truck mengandalkan mobilitas, konsumsi BBM berpengaruh langsung pada biaya per hari. Keempat, kemudahan servis dan ketersediaan suku cadang. Merek dengan jaringan bengkel luas dan spare part yang mudah ditemukan akan memudahkan perawatan. Kelima, nilai jual kembali. Kendaraan niaga dari merek yang populer umumnya memiliki harga jual kembali lebih stabil, yang berguna jika pelaku usaha ingin meningkatkan armada di kemudian hari.

Pilihan kendaraan niaga yang kerap digunakan untuk food truck

Beberapa model kendaraan niaga disebut banyak digunakan di segmen food truck di Indonesia. Salah satunya Daihatsu Gran Max Pick Up. Model ini dikenal populer karena bak yang luas, suku cadang yang mudah didapat, serta jaringan bengkel resmi yang tersebar luas. Kendaraan ini juga disebut efisien untuk pemakaian harian dan memiliki bodi yang cukup kokoh untuk menahan beban karoseri food truck.

Opsi lain adalah Daihatsu Gran Max Blind Van yang dinilai cocok untuk usaha katering atau pengantaran makanan. Ruang kargo tertutup membantu melindungi makanan dari debu, hujan, dan paparan sinar matahari. Dalam data yang disebutkan, harga on the road (OTR) mulai Rp180 jutaan untuk varian 1.3, dengan payload hingga 720 kg.

Untuk skala yang lebih besar, terdapat Isuzu Traga yang menawarkan dimensi bak dan payload lebih luas dibanding pick up ringan. Harga OTR disebut mulai Rp283 jutaan untuk varian Pick Up FD, dengan kapasitas muatan efektif sekitar 1,4–1,5 ton. Kendaraan ini menggunakan mesin diesel dan disebut irit untuk operasional jarak jauh, meski konsumsi BBM di kondisi perkotaan bisa lebih tinggi dibanding Gran Max, sebanding dengan kapasitas angkutnya.

Selain itu, Mitsubishi L300 juga disebut sebagai pilihan yang sudah lama digunakan pelaku usaha makanan. Model ini tersedia dalam varian pick up maupun cabin chassis untuk kebutuhan karoseri food truck. Ketersediaan suku cadang dan jaringan bengkel resmi yang luas menjadi salah satu pertimbangan untuk operasional di berbagai kota.

Hal yang perlu disiapkan saat mengonversi kendaraan menjadi food truck

Memilih kendaraan baru merupakan langkah awal. Setelah itu, pelaku usaha masih perlu menyiapkan proses konversi agar kendaraan siap digunakan sebagai food truck. Dalam naskah rujukan, bagian ini disebut sebagai tahap persiapan sebelum operasional, meski rincian poin-poinnya tidak dijabarkan.

Opsi pembiayaan

Bagi yang mempertimbangkan pembelian kendaraan niaga secara kredit, naskah rujukan juga menyebut adanya opsi pembiayaan melalui ACC ONE, dengan uang muka (DP) mulai 20% dan tenor hingga 5 tahun, serta fitur simulasi kredit untuk menghitung estimasi cicilan berdasarkan harga kendaraan, DP, dan tenor.