BERITA TERKINI
Mangut Lele, Kuliner Khas Yogyakarta yang Mengangkat Nilai Budaya, Gizi, dan Ekonomi

Mangut Lele, Kuliner Khas Yogyakarta yang Mengangkat Nilai Budaya, Gizi, dan Ekonomi

Mangut lele menjadi salah satu representasi kekayaan kuliner lokal Yogyakarta. Hidangan ini dikenal memiliki cita rasa khas sekaligus menunjukkan pemanfaatan hasil perikanan lokal sebagai bagian dari konsumsi pangan masyarakat.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan DIY, Hery Sulistio Hermawan, menyampaikan bahwa lele sebagai bahan baku mangut merupakan komoditas ikan air tawar dengan nilai ekonomi yang cukup baik untuk menopang perekonomian. Menurutnya, pengolahan lele menjadi sajian tradisional seperti mangut juga digemari berbagai kalangan.

Hery menilai, lele tidak hanya hadir sebagai bahan pangan bergizi, tetapi juga sebagai produk perikanan yang memiliki nilai tambah dalam bisnis. “Konsumsi olahan Ikan Lele bentuk dukungan untuk penguatan sektor perikanan,” ujarnya, Senin (30/3/2026). Ia menambahkan, jika tingkat konsumsi tinggi, hal itu dapat menjadi sarana promosi konsumsi ikan di masyarakat sebagai alternatif pangan.

Selain nilai budaya dan ekonomi, mangut lele juga dinilai relevan dari sisi gizi. Lele disebut sebagai salah satu sumber protein hewani yang penting bagi tubuh, dan dapat terasa lezat jika diolah dengan campuran bahan yang tepat.

Hery juga menekankan bahwa pengolahan ikan dalam bentuk sajian yang dekat dengan selera masyarakat menjadi salah satu cara efektif untuk mendorong peningkatan konsumsi ikan. Melalui hidangan seperti mangut lele, pesan tentang pentingnya pangan bergizi dapat disampaikan secara sederhana, membumi, serta selaras dengan tradisi setempat dalam membangun budaya konsumsi ikan.