BERITA TERKINI
Majelis Kesehatan PP ‘Aisyiyah Salurkan Bantuan Gizi untuk Kelompok Rentan Terdampak Bencana di Aceh dan Sejumlah Wilayah Sumatera

Majelis Kesehatan PP ‘Aisyiyah Salurkan Bantuan Gizi untuk Kelompok Rentan Terdampak Bencana di Aceh dan Sejumlah Wilayah Sumatera

Majelis Kesehatan Pimpinan Pusat (PP) ‘Aisyiyah menyalurkan bantuan untuk mendukung pemenuhan gizi kelompok rentan terdampak bencana di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Bantuan difokuskan bagi bayi, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui sebagai bagian dari respons tanggap bencana yang terintegrasi.

Ketua PP ‘Aisyiyah Siti Noordjannah Djohantini menegaskan perlindungan terhadap ibu dan anak dalam situasi bencana merupakan tanggung jawab bersama yang tidak boleh diabaikan. Ia menekankan bahwa kondisi darurat tidak semestinya menghilangkan kesempatan anak untuk tumbuh sehat dan optimal.

Noordjannah juga menyampaikan respons kebencanaan ‘Aisyiyah tidak berhenti pada bantuan sesaat, tetapi turut mengedepankan edukasi, pendampingan, serta penguatan ketahanan keluarga. Menurutnya, upaya tersebut tidak hanya terkait pembagian makanan, melainkan juga membangun kesadaran gizi dan memperkuat peran ibu demi keberlanjutan kualitas generasi.

Ketua Majelis Kesehatan PP ‘Aisyiyah Warsiti menyatakan intervensi gizi bagi kelompok rentan menjadi prioritas dalam situasi darurat. Ia menilai bayi, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui berisiko mengalami gangguan gizi serta penurunan daya tahan tubuh saat bencana, sehingga pemenuhan makanan bergizi dipandang sebagai bagian dari upaya penyelamatan generasi.

Majelis Kesehatan PP ‘Aisyiyah telah menyalurkan dana untuk wilayah Aceh yang mencakup Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Gayo Lues, dan Bener Meriah. Sementara penyaluran di Sumatera Barat dan Sumatera Utara dilakukan berdasarkan surat lanjutan sebagaimana tercantum dalam laporan kegiatan. Secara keseluruhan, program ini menjangkau lebih dari 4.000 penerima manfaat dari 12 Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah di wilayah terdampak.

Selain dana dan distribusi makanan, bantuan dilengkapi dengan Panduan Pemberian Makan Bergizi untuk Kelompok Rentan di Situasi Bencana. Panduan tersebut memuat prinsip penyelenggaraan dapur bencana, mulai dari penggunaan bahan halal dan segar, proses pengolahan yang bersih, hingga distribusi yang menjaga martabat penerima manfaat.

Warsiti menekankan bahwa ASI tetap menjadi prioritas dalam situasi bencana karena dinilai sebagai sumber gizi yang aman, selalu tersedia, dan dapat melindungi bayi dari infeksi. Majelis Kesehatan PP ‘Aisyiyah juga memberikan konseling PMBA agar ibu tetap percaya diri menyusui.

Dalam panduan itu, pemberian makanan bagi balita disesuaikan berdasarkan usia. Untuk usia 6–8 bulan, makanan diberikan dalam bentuk saring atau lumat; usia 9–11 bulan dalam bentuk tim atau cincang; sedangkan usia 12–23 bulan dapat mengonsumsi makanan keluarga dengan penyesuaian tekstur.

Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui koordinasi dengan Majelis Kesehatan Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah serta Posko Layanan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC). Program ini juga menjadi bagian dari gerakan One Muhammadiyah One Response (OMOR) dalam merespons kebencanaan.

Di lapangan, distribusi dilakukan dalam dua bentuk, yakni makanan sehat siap konsumsi dan bahan pokok yang diperuntukkan khusus bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Skema penyaluran disesuaikan dengan kondisi geografis dan akses ke lokasi terdampak.

Warsiti menyebut bantuan disalurkan dengan mempertimbangkan kebutuhan fisiologis sasaran, dengan prinsip aman, bersih, layak, dan bergizi. Ia berharap dukungan ini tidak hanya membantu pemulihan jangka pendek, tetapi juga mencegah dampak jangka panjang seperti stunting, anemia, serta gangguan tumbuh kembang pada anak.