BERITA TERKINI
Mahasiswa Manajemen UNM Wawancarai Pemilik Mie Khangen, Pelajari Strategi Bertahan di Bisnis Kuliner

Mahasiswa Manajemen UNM Wawancarai Pemilik Mie Khangen, Pelajari Strategi Bertahan di Bisnis Kuliner

Depok — Universitas Nusa Mandiri (UNM) mendorong mahasiswa belajar langsung dari dunia industri melalui pembelajaran berbasis praktik lapangan. Salah satu bentuknya dilakukan mahasiswa Program Studi Manajemen dengan mengunjungi usaha kuliner “Mie Khangen” untuk melakukan wawancara bisnis.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran agar mahasiswa memahami secara langsung bagaimana sebuah bisnis kuliner dirintis, dikelola, dan bertahan di tengah persaingan industri makanan yang terus berkembang.

Wawancara dilakukan bersama pemilik Mie Khangen, Drs. H. Markiyat, yang membangun usaha tersebut sejak 10 Mei 2010. Mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan ini ialah Siti Hollilah, Muchamad Zaidan Alfachry Kusbara, Muhammad Rifqi Aunur Rahman, Lewisky Nova Sihotang, Moehammad Haikal Pratama, dan Martin Bagus Priyana.

Dalam sesi wawancara, mahasiswa menggali berbagai aspek pengelolaan usaha, mulai dari latar belakang pendirian Mie Khangen, strategi pemasaran, pengelolaan operasional, hingga manajemen keuangan. Mie Khangen dikenal menghadirkan produk mie sehat berbahan dasar sayuran sebagai pembeda di tengah persaingan bisnis kuliner.

Dari wawancara tersebut, mahasiswa memperoleh pemahaman bahwa keberhasilan usaha tidak hanya ditentukan kualitas produk, tetapi juga strategi pemasaran yang adaptif, inovasi berkelanjutan, pelayanan, serta kemampuan membaca kebutuhan pasar. Mereka juga mendapatkan wawasan mengenai tantangan yang dihadapi pelaku usaha, seperti perubahan selera konsumen, persaingan yang ketat, dan tuntutan untuk terus beradaptasi dengan perkembangan industri serta tren pasar.

Ketua Program Studi Manajemen Universitas Nusa Mandiri, Instianti Elyana, mengapresiasi kegiatan pembelajaran lapangan tersebut. Ia menilai pengalaman langsung di dunia usaha penting untuk membentuk kompetensi mahasiswa agar lebih siap memasuki dunia kerja maupun membangun bisnis sendiri.

“Mahasiswa tidak hanya belajar teori di dalam kelas, tetapi juga memahami realitas bisnis secara langsung melalui pengalaman lapangan. Ini sangat penting untuk membentuk pola pikir kewirausahaan, kemampuan analisis, serta kesiapan menghadapi tantangan dunia kerja dan bisnis di era digital,” ujarnya dalam rilis yang diterima pada Rabu (20/5).

Instianti juga menyebut pengalaman dari pelaku usaha seperti Drs. H. Markiyat dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa untuk terus berinovasi dan memiliki mental tangguh dalam membangun usaha. “Belajar langsung dari praktisi membuat mahasiswa memahami bahwa membangun bisnis membutuhkan konsistensi, kreativitas, dan kemampuan beradaptasi. Pengalaman ini menjadi bekal berharga bagi mahasiswa untuk mengembangkan ide bisnis yang relevan dan berdaya saing,” tambahnya.

Melalui kegiatan tersebut, UNM menyatakan terus menghadirkan pembelajaran yang aplikatif dan relevan dengan kebutuhan industri, dengan harapan mahasiswa dapat mengembangkan kemampuan analisis bisnis, kreativitas, serta semangat kewirausahaan untuk menghadapi tantangan ekonomi kreatif dan digital di masa depan.