Mahasiswa Kandidat Sarjana Mengabdi (KSM) Nusantara Kelompok 53 Universitas Islam Malang (UNISMA) menggelar sosialisasi gizi sekaligus demonstrasi pembuatan susu pasteurisasi di Pendopo Desa Wonosari, Kecamatan Gondang Wetan, Kabupaten Pasuruan, Sabtu (28/02/2026). Kegiatan ini digelar dalam rangka momentum peringatan Hari Gizi Nasional.
Program edukasi kesehatan tersebut mengangkat tema “Peran Penting Protein Sebagai Fondasi Gizi untuk Mewujudkan Generasi Emas 2045”. Acara dihadiri Kepala Desa Wonosari Itah Purnamawati, perangkat desa, kader Posyandu, serta anggota PKK. Tercatat lebih dari 40 peserta mengikuti kegiatan yang berlangsung khidmat namun interaktif, dengan fokus pada pemahaman gizi seimbang bagi keluarga, terutama balita.
Materi utama disampaikan bidan desa, Wiwik Purwati, S.ST., Bd. Ia menjelaskan pengertian protein dan menekankan perannya sebagai komponen penting untuk pertumbuhan fisik dan kecerdasan otak. Menurutnya, pemenuhan protein yang cukup menjadi langkah efektif untuk menekan angka stunting di tingkat desa.
Salah satu mahasiswa KSM UNISMA yang mendampingi kegiatan, Abrar Fawwas, menyampaikan harapan agar kegiatan ini tidak berhenti sebagai peringatan seremonial. “Kami berharap kegiatan ini bukan sekadar seremoni peringatan hari besar, namun menjadi langkah awal bagi masyarakat Desa Wonosari untuk lebih mengetahui pentingnya gizi, terutama dalam memanfaatkan sumber protein yang ada di sekitar kita,” ujarnya.
Sesi yang menarik perhatian peserta adalah demonstrasi pembuatan susu pasteurisasi. Program ini dipilih berdasarkan observasi mahasiswa yang melihat banyaknya penjual susu segar di sekitar Desa Wonosari, meski wilayah tersebut bukan sentra peternakan. Empat mahasiswa dari Fakultas Peternakan turut membagikan pengetahuan pengolahan pangan secara praktis.
Dalam sesi tanya jawab, peserta banyak menanyakan cara memastikan susu tetap aman dikonsumsi tanpa alat ukur suhu. Mahasiswa menjelaskan, pasteurisasi sederhana dapat dipantau melalui pengamatan visual dan aroma, yakni saat uap panas terlihat konsisten dan tercium aroma khas susu, pemanasan dinilai cukup untuk membantu membunuh bakteri patogen tanpa merusak nutrisi aslinya.
Di akhir kegiatan, mahasiswa membagikan paket susu pasteurisasi siap konsumsi dan telur tinggi protein kepada peserta sebagai contoh penerapan pola makan bergizi. Kepala Desa Wonosari, Itah Purnamawati, mengapresiasi kegiatan tersebut dan menilai demonstrasi pengolahan susu memberi solusi bagi warga yang selama ini ragu mengolah susu segar untuk anak-anak.
“Dengan acara sosialisasi Hari Gizi ini, sangat bermanfaat untuk warga kami terutama yang memiliki balita. Melalui demonstrasi tadi, kami yang awalnya tidak tahu sekarang menjadi tahu cara mengelola susu agar nilai gizinya tidak hilang. Semoga mahasiswa KKN dari UNISMA dapat selalu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Itah.

