Sidomulyo, 20 Januari 2026 — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 07 Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) melakukan kunjungan sekaligus riset sejarah lisan untuk menggali data primer terkait sejarah berdirinya Masjid Agung Kabupaten Semarang. Kegiatan ini dilakukan dengan menemui salah satu tokoh yang terlibat dalam pendiriannya.
Kunjungan akademis tersebut berlangsung di kediaman Syamani, salah satu pendiri Masjid Agung Kabupaten Semarang, yang tinggal di lingkungan RW 04, Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang. Pertemuan ini dimanfaatkan mahasiswa untuk memvalidasi narasi sejarah yang berkembang di masyarakat.
Dalam diskusi yang berlangsung hangat, Syamani memaparkan kronologi serta dinamika sosial-politik yang melatarbelakangi pembangunan Masjid Agung Kabupaten Semarang. Kesaksian sebagai pelaku sejarah dinilai penting karena tidak seluruhnya terdokumentasi dalam literatur tertulis.
Mahasiswa KKN Kelompok 07 juga melakukan dokumentasi naratif atas penuturan tersebut sebagai upaya menjaga memori kolektif. Mereka berharap nilai perjuangan dan filosofi di balik pendirian masjid tetap dapat dipahami oleh generasi berikutnya.
Syamani menyambut positif inisiatif mahasiswa dan menekankan pentingnya kesadaran sejarah, tidak hanya kecakapan akademik. Menurutnya, pemahaman terhadap sejarah lokal di Ungaran Timur menjadi bagian dari kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Hasil wawancara mendalam ini akan diolah menjadi arsip pengetahuan bagi tim KKN. Dokumentasi tersebut diharapkan dapat menambah literasi sejarah bagi masyarakat Kelurahan Sidomulyo khususnya, serta warga Kabupaten Semarang pada umumnya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 07 menyatakan komitmennya untuk menghargai jasa para pendahulu. Semangat Syamani dalam membangun kemaslahatan umat disebut menjadi inspirasi bagi mereka dalam menjalankan program pengabdian di Kelurahan Sidomulyo.

