Mahasiswa Program Studi Gizi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) bersama Puskesmas Kotagede II menggelar pembinaan gizi seimbang bagi siswa SD Negeri Rejowinangun 1, Kamis, 1 Oktober 2026. Kegiatan bertema “Generasi Sehat dan Bergizi: Makan Sehat, Badan Kuat, Belajar Jadi Semangat” itu ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman siswa tentang penerapan gizi seimbang dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan penjelasan mengenai pentingnya pemenuhan gizi pada anak usia sekolah yang berada dalam masa pertumbuhan dan perkembangan. Asupan zat gizi yang cukup dan beragam dinilai berperan dalam mendukung pertumbuhan, menjaga kesehatan dan daya tahan tubuh, serta menunjang aktivitas dan proses belajar. Penerapan gizi seimbang juga mencakup keanekaragaman pangan, aktivitas fisik, perilaku hidup bersih dan sehat, serta upaya mempertahankan berat badan normal.
Data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 menunjukkan lebih dari 97% anak usia 5–19 tahun belum cukup mengonsumsi sayur dan buah. Selain itu, sekitar separuh anak mengonsumsi minuman manis lebih dari satu kali sehari dan sekitar sepertiga lainnya sering mengonsumsi makanan tinggi lemak, seperti gorengan. Kondisi ini menjadi salah satu alasan pentingnya edukasi dan pembiasaan perilaku makan sehat sejak usia sekolah.
Materi pembinaan memperkenalkan konsep “Isi Piringku” sebagai panduan sederhana untuk mengatur komposisi makanan harian. Siswa diajak mengenali makanan pokok, lauk-pauk sebagai sumber protein hewani dan nabati, sayuran, serta buah-buahan. Mereka juga mendapat pemahaman tentang makanan yang baik dikonsumsi rutin serta jenis makanan dan minuman yang perlu dibatasi.
Selain itu, mahasiswa menekankan pentingnya sarapan sebelum berangkat sekolah untuk membantu memenuhi kebutuhan energi sebelum anak memulai aktivitas dan belajar. Siswa juga diajak lebih bijak memilih jajanan dengan memperhatikan kandungan gula, garam, dan lemak pada makanan maupun minuman yang dikonsumsi.
Aspek kebersihan turut menjadi bagian pembinaan melalui edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), terutama kebiasaan mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir sebelum makan. Kebiasaan ini diperkenalkan sebagai upaya menjaga kebersihan diri sekaligus mencegah penyakit.
Usai pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan permainan untuk mengukur pemahaman siswa sekaligus menciptakan suasana belajar yang interaktif. Siswa diminta mengelompokkan berbagai pernyataan terkait materi ke dalam kotak “Benar” atau “Salah”, dan terlihat antusias menjawab pertanyaan.
Berdasarkan evaluasi, 69 dari 77 siswa atau 89,8% peserta dapat menentukan pernyataan dengan benar. Hasil tersebut menunjukkan sebagian besar siswa memahami pesan utama mengenai gizi seimbang, sarapan, pemilihan jajanan, dan perilaku hidup bersih.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama yang melibatkan siswa, pihak sekolah, Puskesmas Kotagede II, serta mahasiswa PKL Gizi UAD. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan dalam kebiasaan sehari-hari untuk mendukung terbentuknya perilaku hidup sehat sejak usia sekolah.