PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) meluncurkan program Kampung Sadar Gizi Peduli Stunting dengan target 1.115 penerima manfaat di 10 wilayah Indonesia sepanjang 2026. Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) ini diawali di Desa Wolwal Barat, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT), dengan fokus pada pemenuhan gizi dan pencegahan stunting bagi bayi, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.
Direktur Utama ASDP Heru Widodo menyatakan program tersebut merupakan kontribusi perusahaan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat di sekitar wilayah operasional. Menurutnya, pelaksanaan program dilakukan melalui edukasi gizi, pendampingan keluarga, serta penguatan peran kader Posyandu.
“Bagi ASDP, menghubungkan wilayah juga berarti membuka peluang bagi kehidupan yang lebih baik. Kami ingin kehadiran perusahaan tidak hanya mendukung mobilitas dan perekonomian daerah, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Melalui program ini, kami turut berkontribusi dalam membangun generasi Indonesia yang lebih sehat dan berkualitas,” kata Heru dalam siaran pers, Jumat (9/10/2026).
Pencanangan program di Alor dihadiri Staf Ahli Bupati Alor Martinus Depores Djeo, Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Alor Usman Saryono Plaikari, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Alor Pitang Sir, serta General Manager ASDP Cabang Kupang Ardian. Kegiatan tersebut juga melibatkan tenaga kesehatan, kader Posyandu, dan masyarakat setempat.
Setelah dimulai di Alor, program akan dilanjutkan secara bertahap di sembilan wilayah lainnya, yakni Lampung, Banten, Banyuwangi, Nusa Tenggara Barat (NTB), Maluku, Sulawesi Utara, Kalimantan Timur, Manokwari, dan Aceh.
Program Kampung Sadar Gizi Peduli Stunting mencakup peningkatan kapasitas kader Posyandu, edukasi gizi keluarga, pemberian makanan tambahan (PMT), serta penyediaan sarana pendukung Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Rangkaian kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan pemahaman keluarga tentang gizi seimbang, pemantauan tumbuh kembang anak, dan pencegahan stunting sejak dini.
Dalam pelaksanaan di Desa Wolwal Barat, ASDP juga menyalurkan bantuan kebutuhan pokok dan perlengkapan sekolah. Perusahaan turut memberikan alat bantu mobilitas berupa kursi roda dan penyangga lutut untuk mendukung kebutuhan masyarakat setempat.
Corporate Secretary ASDP Windy Andale mengatakan program dijalankan melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan kader Posyandu agar manfaatnya dapat berlanjut setelah kegiatan selesai. “Kami ingin program TJSL tidak berhenti pada penyaluran bantuan, tetapi juga mendorong kemandirian masyarakat dalam menjaga kesehatan keluarga. Melalui penguatan kader Posyandu dan edukasi gizi, kami berharap manfaat program dapat terus dirasakan secara berkelanjutan,” ujarnya.
ASDP menyebut program tersebut juga menjadi bagian dari dukungan terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), termasuk SDG 2 tentang Tanpa Kelaparan melalui dukungan pemenuhan gizi, SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui peningkatan kesehatan ibu dan anak, serta SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui penyaluran perlengkapan sekolah bagi anak-anak.
Melalui program ini, ASDP berharap edukasi gizi, penguatan kader Posyandu, dan pendampingan keluarga dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi dan pencegahan stunting sejak dini.