Di tengah menjamurnya makanan cepat saji dan ragam kuliner modern, makanan tradisional Indonesia masih memiliki tempat tersendiri di masyarakat. Salah satu jajanan yang kembali mencuri perhatian adalah lumpia basah, varian lumpia yang belakangan kian populer di sejumlah daerah, terutama di Jawa Barat.
Lumpia basah berbeda dari lumpia pada umumnya karena tidak digoreng. Jajanan ini disajikan dalam keadaan lembut dengan isian sayuran segar seperti tauge dan bengkuang, yang biasanya dilengkapi telur serta saus kental manis berwarna cokelat.
Jika lumpia Semarang identik dengan kulit yang renyah, lumpia basah menawarkan sensasi berbeda: rasa segar dan tekstur lembut, berpadu dengan cita rasa manis-gurih dalam satu gigitan.
Dalam beberapa bulan terakhir, pedagang lumpia basah di kawasan Bandung dan sekitarnya mengaku mengalami peningkatan penjualan. Dedi (45), pedagang lumpia basah keliling yang telah berjualan lebih dari 15 tahun, mengatakan minat masyarakat—terutama anak muda—mulai meningkat kembali.
“Sekarang banyak anak sekolah dan mahasiswa yang suka beli lagi. Katanya lebih enak karena segar dan tidak terlalu berminyak,” ujar Dedi saat ditemui di kawasan Pasar Baru Bandung, Senin (30/6).
Meningkatnya popularitas lumpia basah ini disebut turut dipengaruhi tren gaya hidup sehat yang mulai diadopsi masyarakat perkotaan. Sejumlah konsumen memilih mengurangi konsumsi gorengan dan beralih ke makanan yang dinilai lebih ringan serta tidak terlalu berminyak.

