Pontianak—Lion Parcel menyatakan menghadirkan sejumlah solusi untuk mendukung distribusi produk lokal sekaligus memudahkan masyarakat mengakses kuliner khas dari berbagai daerah di Indonesia. Pontianak disebut sebagai salah satu daerah dengan ragam kuliner, mulai dari aneka oleh-oleh makanan khas hingga camilan tradisional.
Chief Marketing Officer Lion Parcel, Kenny Kwanto, mengatakan perusahaan berkomitmen membantu pelaku usaha lokal menjangkau pasar yang lebih luas melalui layanan logistik yang andal. Menurut dia, Pontianak menjadi contoh bagaimana produk lokal dapat berkembang ketika didukung distribusi yang tepat.
Untuk kebutuhan pengiriman makanan yang dinilai cenderung sensitif terhadap waktu, Lion Parcel menghadirkan layanan BOSSPACK. Kenny menyebut layanan itu memiliki estimasi pengiriman satu hari untuk rute Pontianak–Jakarta, dengan tarif mulai dari Rp25 ribu per kilogram. Pernyataan tersebut disampaikan dalam keterangan tertulis pada Jumat, 26 Juni 2026.
Selain layanan pengiriman, Lion Parcel juga memperkenalkan fitur Kulioner pada aplikasi Lion Parcel. Fitur ini memungkinkan pelanggan membeli beragam kuliner khas dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk Pontianak, yang kemudian dikirim menggunakan layanan Lion Parcel. Kenny menjelaskan, pelanggan dapat mengaksesnya dengan mengunduh aplikasi Lion Parcel dan melakukan pemesanan melalui menu Kulioner.
Sejumlah pelaku usaha di Pontianak mengaku memanfaatkan layanan tersebut. Pemilik Le Gita Cakes, Djohan Halim, mengatakan pemilihan mitra logistik menjadi penting agar kualitas dan cita rasa produknya tetap terjaga hingga diterima pelanggan. “Saya sudah menggunakan Lion Parcel cukup lama karena pengirimannya cepat dan aman. Yang paling saya apresiasi adalah timnya yang responsif, jadi kami bisa bekerja sama dengan baik untuk melayani pelanggan dan mengembangkan bisnis,” ujar Djohan.
Dukungan serupa disampaikan La Gramma, toko kue di Pontianak yang dikenal dengan produk kue lapis dan aneka kue kering. Head Admin La Gramma, Rahmi Puspita Sari, menilai layanan pengiriman berperan penting menjaga kelancaran bisnis, terutama saat permintaan meningkat pada momen perayaan seperti Tahun Baru Imlek dan Hari Raya Idulfitri. Ia menyebut fasilitas penjemputan gratis (free pick up) yang terjadwal setiap hari membantu tim lebih fokus pada produksi dan pelayanan pelanggan. Rahmi juga mengatakan Lion Parcel responsif ketika volume pengiriman tinggi dan terjadi kendala.
Manfaat layanan pengiriman juga dirasakan pelaku usaha oleh-oleh khas Pontianak. Pemilik toko Alfa Lim, Lim Mui Hong, menyebut permintaan dari luar daerah meningkat, baik dari warga Pontianak yang merantau maupun pelanggan yang ingin mengirimkan oleh-oleh kepada keluarga dan kerabat di kota lain. “Sejauh ini pengiriman paling banyak masih ke Jakarta. Saya selalu pakai Lion Parcel, karena selain pelayanannya baik, saya sudah dekat juga dengan timnya karena langganan sejak dulu. Kalau ada kiriman, tinggal hubungi aja. Mereka akan jemput,” kata Lim.
Kenny menilai dukungan layanan pengiriman yang andal memberi peluang lebih besar bagi pelaku usaha kuliner dan oleh-oleh di Pontianak untuk memperkenalkan produk khas daerah ke berbagai kota. Ia mengatakan layanan logistik tidak hanya membantu memperluas pasar, tetapi juga menjadi penghubung masyarakat dengan cita rasa khas Pontianak serta mendukung pertumbuhan ekonomi lokal melalui distribusi yang lebih mudah dan efisien.

