Perkembangan media sosial membuka peluang besar bagi pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) untuk memperluas pasar. Di tengah tren tersebut, konten kreator kuliner Leyva Vir aktif mengenalkan produk makanan dan minuman lokal melalui platform digital.
Melalui akun Instagram @leyva_vir dan TikTok @leyva_vir, Leyva rutin membagikan rekomendasi kuliner dari berbagai daerah, terutama Sidoarjo, Surabaya, Pandaan, dan sekitarnya. Akun Instagramnya tercatat memiliki lebih dari 12.300 pengikut, sementara TikTok-nya diikuti lebih dari 50.500 pengguna. Leyva juga dikenal dengan ciri khas penampilannya yang kerap mengenakan kemeja kotak-kotak.
Selama hampir empat tahun berkecimpung sebagai kreator konten, Leyva telah mengulas beragam tempat makan, mulai dari warung sederhana, usaha rumahan, hingga kuliner yang tengah ramai diperbincangkan masyarakat. Konten yang dibuatnya tidak hanya berisi rekomendasi, tetapi juga menjadi media promosi bagi pelaku UMKM lokal.
Sejumlah pemilik usaha mengaku terbantu setelah tempat mereka diperkenalkan melalui konten media sosial Leyva. Dampaknya, beberapa usaha disebut mengalami peningkatan kunjungan pelanggan.
Bagi Leyva, membantu mengenalkan usaha kuliner yang belum banyak diketahui masyarakat menjadi salah satu alasan utama dirinya terus membuat konten. “Saya sangat suka mereview warung yang awalnya terlihat sepi. Kadang ada tempat yang sebenarnya punya makanan enak, tetapi belum banyak orang tahu atau ada anggapan harganya mahal. Melalui konten yang saya buat, saya ingin membantu memperkenalkan usaha mereka kepada lebih banyak orang,” ujar Leyva.
Selain mendukung perkembangan UMKM, Leyva juga berupaya meningkatkan kualitas kontennya agar manfaat yang diberikan semakin luas. Ia berharap jangkauan media sosialnya terus bertambah sehingga lebih banyak pelaku usaha lokal memperoleh kesempatan promosi. “Tujuan saya menjadi konten kreator bukan hanya membantu UMKM, tetapi juga terus meningkatkan kualitas konten dan menambah followers agar dampaknya bisa semakin besar bagi para pelaku usaha lokal,” tambahnya.
Dengan konsistensi menghadirkan konten kuliner yang informatif dan dekat dengan masyarakat, Leyva optimistis dapat terus menjadi penghubung antara pelaku usaha kuliner dan masyarakat pecinta kuliner di Jawa Timur. Kiprahnya menunjukkan media sosial tidak hanya menjadi ruang hiburan, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana mendukung pertumbuhan ekonomi lokal melalui promosi digital.

