Lemak kerap dianggap sebagai asupan yang perlu dihindari. Namun, bagi bayi dan anak usia di bawah dua tahun, lemak justru dinilai penting untuk mendukung tumbuh kembang. Saat memasuki fase makanan pendamping ASI (MPASI), sebagian orangtua disebut lebih berfokus pada protein, sayur, dan buah, tetapi kerap melupakan peran lemak dalam menu harian anak.
Dokter spesialis anak dr. Ian Suryadi Suteja, M.Med. SC., Sp.A. menegaskan bahwa lemak harus ada dalam setiap menu MPASI anak. Menurutnya, pembatasan gula, garam, dan lemak yang lazim diterapkan pada orang dewasa tidak berlaku sama pada anak di bawah dua tahun, terutama terkait lemak. Ia menyampaikan hal itu dalam acara temu media yang diadakan Barefood di Jakarta pada 3 Juni 2026.
Dr. Ian menjelaskan, lemak merupakan salah satu dari tiga makronutrisi selain karbohidrat dan protein. Karena tergolong makronutrisi, lemak dibutuhkan dalam jumlah besar sebagai bagian dari proporsi menu harian anak. Ia menyebut kebutuhan lemak anak di bawah dua tahun mencapai 39 persen dari kebutuhan kalori harian, sementara pada anak di atas dua tahun sekitar 34 persen.
Berdasarkan sumbernya, lemak terbagi menjadi lemak hewani dan lemak nabati. Sementara berdasarkan sifatnya, lemak dibedakan menjadi lemak jenuh (saturated fat) dan lemak tak jenuh (unsaturated fat). Lemak jenuh terutama berasal dari produk hewani, sedangkan lemak tak jenuh lebih banyak terdapat pada produk nabati.
Menurut dr. Ian, lemak tak jenuh seperti DHA, omega-3, dan omega-6 penting bagi anak, termasuk untuk mendukung bakteri baik di usus. Ia juga menekankan peran lemak dalam pembentukan otak pada dua tahun pertama kehidupan. “Otak anak dibentuk dalam dua tahun pertama, dan salah satu pembentuk utama otak adalah lemak. Kalau anak tidak mendapat lemak yang cukup, perkembangan otaknya jadi tidak optimal,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, dr. Ian menanggapi anggapan bahwa lemak jenuh dapat menyebabkan penyakit jantung. Ia mengatakan, pada orang dewasa lemak jenuh memang perlu dihindari, tetapi pada anak lemak jenuh dinilai penting sebagai penyumbang kalori utama. Ia menambahkan, jika anak mengalami kekurangan nutrisi atau berat badan kurang, pemberian lemak jenuh dapat dipertimbangkan.
Ia menjelaskan, satu gram lemak jenuh mengandung 9 kkal, lebih tinggi dibanding karbohidrat dan protein yang masing-masing mengandung 4 kkal. Karena itu, asupan lemak jenuh disebut berperan besar dalam membantu meningkatkan berat badan anak.
Sumber lemak jenuh dapat berasal dari berbagai bahan makanan, seperti susu, butter, keju, daging, ayam, hingga santan. Cara pemberiannya pun dapat disesuaikan, baik dimasak langsung sebagai bagian dari MPASI maupun ditambahkan sebagai topping. Dr. Ian mencontohkan penambahan sesendok lemak daging pada bubur atau menambahkan butter pada nasi menjadi butter rice.

