Lazismu Kabupaten Pekalongan mulai membangun model pemberdayaan ekonomi berbasis ekosistem bisnis terintegrasi melalui program Gerai El Chicken. Program ini tidak hanya diarahkan sebagai usaha kuliner, tetapi juga sebagai upaya membangun rantai usaha dari hulu ke hilir yang melibatkan masyarakat, organisasi perempuan, hingga guru Muhammadiyah.
Melalui kolaborasi dengan manajemen El Chicken, Lazismu menargetkan pembukaan 10 titik gerai baru di Kabupaten Pekalongan sepanjang 2026. Rencana tersebut dibahas dalam rapat koordinasi strategis di Kantor Lazismu Kabupaten Pekalongan, Sabtu (9/5).
Ekspansi gerai disebut tidak semata berorientasi bisnis, melainkan untuk memperkuat ekonomi umat melalui pola kemitraan yang terstruktur dan berkelanjutan. Dari target 10 titik, tujuh titik akan dikelola melalui kerja sama dengan Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Kabupaten Pekalongan, sedangkan tiga titik lainnya dialokasikan untuk pemberdayaan ekonomi guru-guru di lingkungan Muhammadiyah.
Ketua PDNA Kabupaten Pekalongan, Ainun Mutoharoh, hadir dalam pertemuan tersebut untuk memastikan sinergi program pemberdayaan perempuan berjalan seiring dengan pengembangan usaha kuliner berbasis kemitraan itu.
Manager Lazismu Kabupaten Pekalongan, Sutiknyo, menyampaikan program akan dijalankan bertahap mulai pertengahan tahun ini. Tahap awal dimulai pada Juni melalui pelatihan intensif bagi mitra atau pelaku usaha El Chicken. Pada Juli, program dilanjutkan dengan persiapan teknis serta pendistribusian bantuan peralatan usaha kepada mitra. Operasional penjualan di seluruh titik ditargetkan mulai berjalan pada Agustus.
Menurut Sutiknyo, El Chicken dirancang lebih luas daripada usaha makanan cepat saji pada umumnya karena Lazismu ingin membangun sistem bisnis yang saling terhubung dari produksi hingga distribusi kepada konsumen. Ia menegaskan perlunya manajemen profesional untuk menjaga keberlanjutan program.
"El Chicken harus menjadi sesuatu yang besar. Oleh karena itu, dibutuhkan manajemen yang profesional. Kami berkomitmen membangun sistem yang transparan dan akuntabel agar kepercayaan mitra dan masyarakat terjaga," kata Sutiknyo.
Konsep bisnis terintegrasi dari hulu ke hilir ini diharapkan dapat membuka lapangan kerja baru sekaligus menciptakan model ekonomi kemandirian yang berkelanjutan di masyarakat. Melalui program tersebut, Lazismu dan El Chicken juga menargetkan penguatan pilar ekonomi warga Muhammadiyah serta dampak sosial yang lebih luas bagi masyarakat Kabupaten Pekalongan.
El Chicken merupakan brand bisnis kuliner olahan berbahan ayam yang digagas Lazismu bersama Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah. Usaha ini telah berjalan dan direncanakan terus dikembangkan untuk mendukung kemandirian ekonomi umat.

