Kuliner Vietnam kian menegaskan posisinya di panggung internasional. Perkembangannya disebut memasuki fase pesat seiring meningkatnya apresiasi dunia terhadap bahan lokal dan pengalaman makan yang berakar pada budaya setempat, sekaligus memenuhi standar internasional.
Laporan The Future of Food 2026 - Asia Pacific menempatkan Vietnam sebagai “pasar kuliner yang berkembang paling dinamis di Asia Tenggara”. Dalam laporan yang sama, Vietnam juga masuk 10 besar destinasi di kawasan Asia Pasifik berdasarkan preferensi terhadap kuliner lokal, dengan angka 47%—setara dengan Jepang dan lebih tinggi dari Thailand.
Sejumlah hidangan yang selama ini akrab di keseharian, seperti pho, banh mi, dan banh cuon, disebut mulai menjadi bagian dari pengalaman bersantap kelas atas. Tren ini mencerminkan peningkatan kualitas kuliner sehari-hari yang semakin mendapat tempat di berbagai segmen.
Di tengah perkembangan tersebut, merek-merek bir domestik Vietnam turut berupaya menyesuaikan diri dengan kebutuhan konsumen yang semakin beragam. Jika sebelumnya bir kerap diasosiasikan dengan pertemuan besar, kini minuman ini diposisikan sebagai pendamping untuk berbagai suasana, mulai dari makan keluarga hingga restoran mewah.
Wakil Direktur Jenderal Pemasaran Saigon Beer, Alcohol and Beverage Corporation (SABECO), Patsy Lim, menyatakan perusahaan melihat peluang bagi bir lokal untuk memainkan peran lebih besar dalam pengembangan pengalaman kuliner. “SABECO bertujuan untuk menghadirkan produk yang mencerminkan identitas Vietnam dan memenuhi harapan yang semakin tinggi terhadap kualitas dan pengalaman,” ujarnya.
SABECO menyebut telah lebih dari 150 tahun terbentuk dan berkembang, dengan sejumlah merek seperti Saigon Beer, Saigon Special, 333 Beer, dan Lac Viet Beer menjadi bagian yang familiar dalam momen makan keluarga, liburan, perayaan Tet, serta berbagai pertemuan penting. Perusahaan juga menekankan kerja sama antar pelaku bisnis untuk mempromosikan masakan Vietnam kepada konsumen di dalam dan luar negeri.
Salah satu langkah yang disorot adalah kelanjutan kemitraan Saigon Special Beer dengan Michelin Guide untuk tahun keempat berturut-turut. Kolaborasi ini dikaitkan dengan upaya meningkatkan kehadiran bir Vietnam di ruang makan berkualitas tinggi, sekaligus berkontribusi pada pengalaman bersantap dan promosi nilai budaya kuliner Vietnam.
Selain peningkatan produk, SABECO juga menyatakan ingin membawa bir domestik masuk ke restoran berstandar internasional, di mana kualitas makanan dan pengalaman pelanggan menjadi prioritas. Upaya ini disebut sebagai bagian dari penegasan bahwa bir Vietnam dapat mendampingi pengalaman kuliner kelas atas dan turut menyebarkan kebanggaan atas budaya kuliner Vietnam ke pasar internasional.
Michelin Guide sendiri terus memperluas cakupan penilaiannya di Vietnam. Setelah diluncurkan di Hanoi dan Ho Chi Minh City pada 2023, panduan tersebut diperluas ke Da Nang pada 2024. Pada tahun pertama, Michelin Guide memilih 103 tempat usaha, termasuk empat restoran yang meraih satu bintang Michelin.
Tahun ini, daftar tersebut bertambah menjadi 193 tempat usaha, dengan 11 restoran meraih bintang Michelin—menandai pertama kalinya Vietnam memiliki jumlah restoran berbintang Michelin dua digit. Michelin Guide juga mencatat 72 tempat usaha menerima penghargaan Bib Gourmand untuk kualitas baik dengan harga wajar, serta 110 restoran masuk dalam daftar Michelin Selected.
Peningkatan pada tiga kategori tersebut menunjukkan ekosistem kuliner Vietnam berkembang di berbagai segmen, dari warung tradisional hingga restoran modern. SABECO menilai kesinambungan kemitraan dengan Michelin Guide mencerminkan komitmen jangka panjang untuk mendukung perkembangan kuliner Vietnam, sekaligus menjadikan bir Vietnam semakin akrab dalam beragam pengalaman bersantap, dari tempat kasual hingga restoran berbintang.
Setelah lebih dari seabad menemani konsumen di Vietnam, SABECO menyatakan terus berinovasi mengikuti tren konsumsi modern. Perusahaan menilai langkah ini tidak hanya menempatkan bir sebagai bagian dari santapan sehari-hari, tetapi juga sebagai elemen pengalaman budaya yang ikut memperkenalkan kuliner Vietnam kepada publik internasional.

