Industri kuliner di Indonesia terus menunjukkan perkembangan pesat. Beragam makanan khas daerah kini semakin mudah ditemui, baik melalui gerai langsung maupun platform digital. Minat masyarakat untuk mengeksplorasi cita rasa tradisional juga meningkat, terutama ketika kuliner tersebut dikemas secara modern dan menarik.
Salah satu pedagang UMKM, Kumala, menilai sejumlah hidangan khas daerah masih menjadi favorit. Di antaranya rawon, makanan khas Jawa Timur dengan kuah hitam pekat dari kluwek dan kaya rempah. Selain itu, gudeg dari Yogyakarta tetap diminati dengan rasa manis gurih, serta pempek asal Palembang yang disajikan bersama kuah cuko pedas manis dan digemari berbagai kalangan.
Kumala mengatakan, banyak pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kini memanfaatkan media sosial untuk memperluas jangkauan pasar. Berbagai inovasi dilakukan, mulai dari penggunaan kemasan ramah lingkungan hingga menghadirkan varian rasa baru yang menyesuaikan selera generasi muda.
Strategi promosi digital dinilai efektif untuk meningkatkan penjualan sekaligus memperkenalkan kekayaan kuliner daerah ke pasar nasional, bahkan internasional. Di Surabaya, sejumlah sentra kuliner juga terpantau ramai dikunjungi warga, terutama pada akhir pekan. Pengunjung datang tidak hanya untuk menikmati makanan, tetapi juga mencari suasana yang nyaman dan estetik untuk bersantai bersama keluarga maupun teman.
Kumala berharap tren kuliner yang terus berkembang dapat diiringi dengan dukungan masyarakat terhadap produk lokal. Menurutnya, upaya tersebut tidak hanya membantu menjaga kekayaan budaya, tetapi juga memperkuat perekonomian nasional.

