BERITA TERKINI
Kuliner Makassar Daeng Banna Buka di Kawasan Masjid Al Akbar Surabaya

Kuliner Makassar Daeng Banna Buka di Kawasan Masjid Al Akbar Surabaya

Denyut kuliner Nusantara di Surabaya kian terasa seiring persaingan usaha yang semakin padat. Di tengah kondisi itu, sejumlah pelaku usaha justru melihat peluang, termasuk Daeng Banna yang menghadirkan masakan khas Makassar.

Sebelumnya beroperasi di kawasan Ruko Northwest Boulevard, Daeng Banna kini membuka lokasi baru di area strategis dekat Masjid Nasional Al Akbar Surabaya. Tepatnya berada di Jalan Gayungsari Barat XI Blok-GD Nomor 1, Surabaya, seberang Puskesmas Gayungan.

CEO Daeng Banna, Chandra, menilai Surabaya sebagai pasar yang potensial bagi kuliner daerah. Menurutnya, daya beli masyarakat yang kuat serta karakter warga yang terbuka terhadap ragam rasa membuat kota ini menjadi tempat yang menjanjikan bagi bisnis kuliner berbasis kearifan lokal.

“Surabaya ini pasar yang hidup. Minat masyarakat terhadap makanan khas daerah sangat tinggi. Ini membuat peluang berkembang jauh lebih terbuka,” ujar Chandra, pria asal Bone yang bersuku Bugis.

Chandra menjelaskan, Daeng Banna mengusung karakter masakan Makassar yang kuat, namun tetap melakukan penyesuaian agar lebih akrab di lidah warga Surabaya. Ia juga menyebut harga dijaga tetap terjangkau tanpa mengorbankan kualitas.

“Kami racik bumbu dengan karakter khas Makassar, tapi tetap kami sesuaikan supaya bisa diterima pasar sini. Harganya juga kami jaga tetap ramah di kantong, tanpa mengorbankan kualitas,” katanya.

Dari sisi dapur, Chef Daeng Banna, Syafriansyah yang akrab disapa Bobby, menegaskan pihaknya tetap mempertahankan akar tradisi dalam pengolahan menu. Bobby, yang berasal dari Maros dan sudah lama tinggal di Surabaya, menyebut cita rasa Makassar dinilainya sudah cukup dikenal di kota ini.

“Saya asli Maros, dan sudah lama di Surabaya. Cita rasa Makassar itu sudah akrab di sini. Jadi kami tetap pertahankan keasliannya,” ujarnya.

Menurut Bobby, kekuatan utama kuliner Makassar terletak pada keberanian penggunaan rempah. Ia menyebut sejumlah menu seperti coto, konro, palubasa, hingga konro bakar memiliki karakter kuat dari bumbu dan kuahnya.

“Coto, konro, palubasa, sampai konro bakar—semuanya punya karakter kuat dari bumbu dan kuahnya. Itu yang bikin beda,” jelasnya.

Selain menu utama, Daeng Banna juga menyediakan minuman khas seperti es pisang ijo, es palubutung, dan es dadar kacang untuk melengkapi pilihan bagi pengunjung.

Daeng Banna mengklaim respons pasar cukup tinggi. Dalam sehari, ratusan porsi disebut habis dibeli pelanggan. Kehadiran gerai ini menambah pilihan wisata kuliner Surabaya, khususnya di wilayah selatan, sekaligus memperlihatkan bahwa kuliner tradisional masih memiliki peminat di Kota Pahlawan.