Wisatawan internasional yang diperkirakan memadati Amerika Utara untuk Piala Dunia 2026 tidak hanya datang demi pertandingan, tetapi juga untuk menjelajahi ragam kuliner lokal. Sejumlah penggemar sepak bola yang bepergian lintas kota menyebut pengalaman mencicipi makanan setempat sebagai bagian penting dari perjalanan mereka.
Jack Goodwin, penggemar asal London, Inggris, yang menonton pertandingan di Dallas, Boston, New York, dan Atlanta, mengaku terkesan dengan makanan di Amerika. Ia menilai makanan di sana cenderung berminyak dan “tidak sehat”, namun menurutnya rasanya sangat enak. Goodwin juga menyoroti porsi yang lebih besar dan rasa yang lebih kuat dibandingkan di negara asalnya.
Sejumlah penggemar memanfaatkan kesempatan untuk mencoba hidangan khas tiap wilayah maupun merek makanan yang dianggap unik di Amerika Utara, seperti In-N-Out Burger, Chick-fil-A, hingga jaringan toko serba ada Buc-ee’s. Antusiasme serupa juga terlihat ketika striker Norwegia Erling Haaland mengunggah foto kunjungannya ke Katz’s Delicatessen, toko sandwich terkenal di New York, yang turut memancing perhatian banyak orang.
Harrison Murphy, penggemar asal Inggris yang datang ke Atlanta bersama saudara laki-lakinya untuk menyaksikan babak gugur, bercerita bahwa sarapan pertamanya di Chick-fil-A meninggalkan kesan mendalam. Ia mengaku mendapat rekomendasi dari staf untuk mencoba saus Chick-fil-A, yang menurutnya enak, murah, dan bahkan diberikan gratis.
Di Kanada, Gary Bishop dari Glasgow, Skotlandia, mengenal poutine saat berkunjung ke Toronto. Ia menggambarkannya sebagai kentang goreng dengan saus dan keju, namun dengan saus yang lebih kental dan rasa cuka yang lebih kuat dibanding yang biasa ia temui di kampung halaman. Bishop menyebut rasanya sangat berbeda dan ia menikmatinya.
Di sisi lain, sebagian penggemar juga mencari cita rasa kampung halaman di tengah perjalanan. Di Dallas, sebuah distributor bir di Texas menyambut puluhan penggemar asal Belanda untuk bersosialisasi sambil menikmati bir Heineken.
Di antara berbagai pilihan, barbekyu Texas disebut sebagai salah satu hidangan yang paling diburu wisatawan internasional. Jaringan restoran barbekyu Terry Black’s meningkatkan stok bahan baku lebih dari sebulan sebelum Piala Dunia dimulai untuk memenuhi permintaan di lokasi mereka di Dallas dan Fort Worth, yang berdekatan dengan stadion penyelenggara pertandingan.
Restoran tersebut menyebut proses menyiapkan satu porsi daging sandung lamur panggang memerlukan waktu empat hari untuk memarinasi dan 12 jam untuk mengasapi. Oven mereka beroperasi 24 jam sehari untuk melayani pelanggan.
Darien Kapture, Wakil Presiden Operasi Makanan dan Minuman jaringan itu, mengatakan lonjakan pelanggan menuntut persiapan lebih teliti, namun juga menghadirkan momen yang berkesan. Ia mencontohkan suasana setelah kemenangan Argentina atas Austria, ketika ratusan penggemar Argentina memadati salah satu restoran di Dallas untuk merayakan hasil pertandingan. Menurutnya, para penggemar bersorak dan memuji sandung lamur panggang tanpa henti.
Bagi Goodwin, perjalanan Piala Dunia bersama ayahnya—yang ia sebut menghabiskan hampir seluruh tabungannya—tetap terasa sepadan. Ia mengatakan makanan terbaik yang ia santap selama perjalanan adalah barbekyu di Dallas, dan menyebut barbekyu Texas “luar biasa”.
Masuknya pengunjung internasional juga dipandang membuka peluang bagi industri makanan dan minuman di kota-kota penyelenggara, mulai dari restoran Kuba di Miami dan restoran barbekyu di Kansas City hingga truk taco di Mexico City. Paul Barker, pemilik restoran Pauli’s di Boston, mengatakan pengunjung dari Skotlandia, Brasil, Inggris, dan banyak negara lain terus mengantre untuk mencicipi sandwich lobster yang menjadi andalan restorannya. Ia menilai makanan kerap menjadi topik pembuka percakapan yang baik dan ia senang bisa berkontribusi pada suasana Piala Dunia.
Sejumlah merek turut memanfaatkan momentum. Jaringan Waffle House membuka toko suvenir sementara di pusat kota Atlanta yang menjual jersey sepak bola dan memorabilia Piala Dunia. Sementara itu, Whataburger yang berbasis di Texas mendadak menjadi perbincangan di media sosial di kalangan penggemar Jepang dan pengunjung internasional setelah mereka mencoba menu di sana. CEO Whataburger, Debbie Stroud, mengatakan perhatian tersebut muncul secara alami dan pihaknya tidak menyangka begitu banyak pengunjung membawa pulang kesan kuat terhadap patty melt mereka.
Fenomena kuliner juga terlihat pada popularitas saus ranch di kalangan penggemar internasional. Karena banyak diburu sebagai oleh-oleh, Administrasi Keamanan Transportasi AS (TSA) sempat mengingatkan secara bercanda agar botol saus tersebut dimasukkan ke bagasi terdaftar, bukan dibawa ke kabin penumpang.

