BERITA TERKINI
Konten Kreator Soroti Gerai Nasi Kulit Mak Igun yang Sepi, Ivan Gunawan Beri Tanggapan

Konten Kreator Soroti Gerai Nasi Kulit Mak Igun yang Sepi, Ivan Gunawan Beri Tanggapan

Nama Ivan Gunawan kembali menjadi perbincangan di media sosial. Kali ini, sorotan bukan tertuju pada karya fesyen atau aktivitasnya di layar kaca, melainkan pada bisnis kulinernya, Nasi Kulit Mak Igun, yang mendadak viral setelah diulas oleh seorang kreator konten.

Akun bernama Saturdeps mengunggah video yang memperlihatkan suasana gerai Nasi Kulit Mak Igun dalam kondisi relatif sepi. Cuplikan tersebut kemudian ramai dibicarakan setelah diunggah ulang di berbagai platform dan memicu beragam komentar warganet.

Dalam video yang beredar, kreator itu mengaku heran melihat kondisi gerai yang tidak ramai. “Gue nggak tahu kenapa Nasi Kulit Maigun jadi sesepi ini,” ujarnya dalam video yang turut diunggah ulang melalui Instagram Ivan Gunawan, dikutip Selasa, 24 Februari 2026.

Ia juga menyertakan narasi bernada satir. “Dan ini dia... The Quiet Nasi Kulit Mak Igun,” ucapnya, merujuk pada suasana yang ditampilkan dalam konten tersebut.

Konten itu kemudian mendapat respons langsung dari Ivan Gunawan. Desainer berusia 42 tahun tersebut menyayangkan usahanya dijadikan bahan konten dengan sudut pandang negatif, terutama ketika kondisi restoran sedang tidak ramai.

“Kalau saya pribadi liat dagangan orang sepi, itu dibeli dan didoakan. Bukan dibikin konten pas lagi sepi,” tulis Ivan Gunawan.

Ia menegaskan bahwa sebagai pelaku usaha, dirinya memahami dinamika bisnis kuliner yang tidak selalu ramai setiap waktu. Namun, ia menekankan hal yang paling dipikirkannya adalah para karyawan yang menggantungkan hidup dari usaha tersebut.

“Alhamdulilah saya terus berdoa dan berharap sama ALLAH SWT agar dagangan saya ramai. Karena banyak orang yg saya hidupin setiap bulannya,” lanjutnya.

Pernyataan itu memunculkan simpati dari sebagian pengikutnya. Sejumlah warganet menilai bahwa bisnis wajar mengalami fase naik dan turun, sehingga kondisi sepi tidak semestinya dijadikan konten yang berpotensi merugikan.

Ivan Gunawan juga menduga konten tersebut dibuat untuk menarik perhatian publik. Ia menutup tanggapannya dengan sindiran terhadap kreator yang mengunggah video itu.

“Dia kan pengen terkenal secara instan, nah aku bantu agar lebih terkenal,” tulisnya.