Media sosial perlahan bergeser dari sekadar ruang hiburan menjadi rujukan gaya hidup, termasuk dalam menentukan pilihan makanan. Jika sebelumnya masyarakat mencari resep dari buku masak atau tayangan televisi, kini inspirasi menu sehat banyak datang dari video singkat yang muncul di linimasa.
Fenomena ini menunjukkan kebiasaan makan semakin dipengaruhi konten digital. Pengguna tidak hanya menonton tayangan kuliner, tetapi juga terdorong mencoba resep baru, mengenal bahan pangan lokal, hingga membagikan pengalaman memasaknya kepada pengguna lain.
Perubahan perilaku tersebut turut dilihat platform digital sebagai peluang memperluas edukasi terkait pola makan sehat. Konten kreator dinilai memiliki kedekatan dengan audiens, sehingga pesan yang disampaikan terasa lebih ringan dibandingkan pendekatan komunikasi konvensional.
Head of Public Policy TikTok Indonesia, Noudhy Valdryno, menyebut platform digital dapat membantu masyarakat menemukan inspirasi sederhana untuk menjalani hidup lebih sehat sekaligus mengenal kembali kekayaan pangan lokal Indonesia.
Pendekatan ini dinilai relevan karena Survei Kesehatan Indonesia 2023 menunjukkan sebagian besar masyarakat Indonesia masih belum memenuhi anjuran konsumsi buah dan sayur setiap hari.
Besarnya pengaruh media sosial juga menjadi perhatian pemerintah. Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menyatakan kreator konten memiliki peluang besar untuk mengubah pola pikir masyarakat dengan menjadikan gaya hidup sehat sebagai tren yang menarik untuk diikuti.
Di sisi lain, perubahan gaya hidup digital turut membuka peluang bagi pangan lokal. Founder Foodbank of Indonesia, Muhammad Hendro Utomo, menilai Indonesia memiliki ribuan varietas bahan pangan bergizi yang belum dimanfaatkan secara maksimal. Ia mendorong kolaborasi lintas sektor untuk menghubungkan kembali masyarakat dengan sumber pangan di sekitarnya, sekaligus memberi manfaat bagi petani maupun pelaku usaha kuliner skala kecil.
Perkembangan ini memperlihatkan bahwa pengaruh media sosial kini melampaui tren hiburan. Ketika konten yang muncul setiap hari dapat memengaruhi menu di meja makan, platform digital tidak lagi hanya menjadi ruang berbagi kreativitas, tetapi juga ikut membentuk kebiasaan hidup masyarakat melalui pertemuan antara teknologi, komunitas kreator, dan edukasi.

