Peluang usaha di sektor kuliner kembali ditawarkan melalui program kemitraan Warteg Indo Bahari dan Warteg Grand Bahari. Program ini dikembangkan oleh Rojikin, pengusaha warteg yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Himpunan Pengusaha Warteg Indonesia (HIPWIN).
Rojikin menjelaskan, Indo Bahari dan Grand Bahari pada dasarnya menerapkan sistem bisnis yang sama. Perbedaan keduanya disebut hanya terletak pada pilihan nama atau branding yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan preferensi mitra.
“Baik Indo Bahari maupun Grand Bahari memiliki standar operasional, konsep usaha, dan sistem pendampingan yang sama. Mitra hanya diberikan pilihan nama brand yang paling sesuai dengan lokasi dan target pasarnya,” ujar Rojikin.
Menurutnya, bisnis warteg masih memiliki pasar yang luas dan relatif stabil karena menyediakan kebutuhan makan sehari-hari masyarakat. Dengan konsep yang lebih modern dan profesional, warteg dinilai tidak hanya menjadi tempat makan terjangkau, tetapi juga peluang investasi.
Melalui program kemitraan tersebut, mitra dijanjikan mendapatkan dukungan berupa pendampingan usaha, rekomendasi lokasi strategis, standarisasi operasional, serta pelatihan pengelolaan bisnis.
Rojikin juga menyampaikan keyakinannya bahwa usaha warteg akan terus berkembang karena memiliki segmen pasar yang kuat dan tidak bergantung pada tren sesaat.
“Orang membutuhkan makan setiap hari. Karena itu, bisnis warteg memiliki potensi yang terus tumbuh. Kami ingin membantu masyarakat yang ingin memiliki usaha sendiri dengan sistem yang sudah teruji dan lebih mudah dijalankan,” katanya.
Ia mengajak calon pengusaha maupun investor untuk memanfaatkan peluang kemitraan tersebut. Informasi lebih lanjut dapat diperoleh dengan mendatangi kantor pusat di Karawaci, Tangerang, atau menghubungi layanan hotline Indo Bahari maupun Grand Bahari melalui WhatsApp di nomor 081319971766.

