Kerak yang menempel di bagian dalam wajan atau panci kerap jadi masalah setelah memasak. Jika tidak segera dibersihkan, sisa masakan dapat mengeras dan semakin sulit diangkat. Akibatnya, sebagian orang memilih menggosok kuat-kuat dengan spons kasar atau merendam peralatan masak dalam waktu lama, meski cara ini tidak selalu efektif dan bisa melelahkan.
Kerak yang dibiarkan menumpuk bukan hanya mengganggu kebersihan, tetapi juga berpotensi menjadi tempat berkembangnya bakteri. Di sisi lain, cara membersihkan wajan juga perlu diperhatikan. Permukaan wajan yang tergores karena terlalu sering digosok dengan alat kasar disebut berisiko menimbulkan masalah keamanan saat digunakan kembali untuk memasak.
Salah satu cara yang dibagikan warganet bernama Lynsey, pemilik akun TikTok @lynsey_queenofclean, adalah membersihkan wajan berkerak tanpa digosok dan tanpa produk pembersih khusus. Metodenya hanya memanfaatkan dua bahan dapur: air panas dan kantong teh celup.
Langkah pertama, isi wajan dengan air panas—idealnya baru mendidih—hingga bagian yang berkerak terendam. Panas air membantu melunakkan kerak sebelum proses berikutnya bekerja.
Selanjutnya, masukkan satu kantong teh celup ke dalam rendaman. Lynsey menyebut teh celup bekas pun masih dapat digunakan.
Setelah itu, diamkan sekitar 15 menit. Dalam rentang waktu ini, air rendaman biasanya berubah menjadi kecokelatan, yang disebut sebagai tanda kotoran dan kerak mulai terangkat ke dalam air.
Terakhir, buang air rendaman beserta kantong teh, lalu bilas wajan dengan air mengalir hingga bersih. Dengan cara ini, kerak diharapkan luruh tanpa perlu tenaga ekstra untuk menggosok.
Metode tersebut dikaitkan dengan kandungan tanin dalam teh. Tanin disebut sebagai senyawa alami yang dapat membantu memecah noda membandel dengan melemahkan ikatan antara noda dan permukaan wajan, sehingga kerak lebih mudah terlepas.
Namun, cara ini tidak selalu cocok untuk semua jenis peralatan masak. Metode rendam air panas dan teh celup disebut paling efektif untuk wajan atau panci berbahan stainless steel. Untuk wajan berlapis anti lengket, disarankan berhati-hati dengan suhu air yang digunakan karena air terlalu mendidih dalam jangka panjang dapat memengaruhi lapisan, terutama jika kondisinya sudah tidak baik. Kondisi wajan sebaiknya diperiksa sebelum mencoba.
Selain membersihkan, perawatan harian juga dapat membantu mencegah kerak cepat menumpuk. Beberapa kebiasaan yang disarankan antara lain mencuci wajan segera setelah digunakan (saat sudah tidak terlalu panas), menghindari spons kasar pada wajan berlapis, mengeringkan wajan setelah dicuci, serta melakukan perawatan berkala dengan metode teh celup sebelum kerak menjadi terlalu membandel.
Untuk jenis teh, teh hitam disebut memiliki kandungan tanin lebih tinggi dibandingkan teh hijau atau teh herbal, sehingga dinilai lebih optimal. Meski begitu, teh lain tetap dapat digunakan, terutama untuk kerak yang tidak terlalu tebal. Jika kerak sangat tebal, waktu perendaman bisa diperpanjang hingga 30 menit atau lebih, dan kantong teh dapat diganti untuk meningkatkan konsentrasi tanin. Teh celup bekas juga disebut masih cukup efektif karena masih mengandung tanin.
Metode ini dapat dicoba pada permukaan lain dengan catatan tertentu. Untuk wajan besi cor, perendaman terlalu lama sebaiknya dihindari karena berisiko memicu karat. Sementara pada panci email, cara ini disebut cukup aman selama tidak ada bagian email yang retak atau mengelupas.

