BERITA TERKINI
Kepercayaan Penikmat Kuliner pada Michelin Bergeser: Antara Panduan Bergengsi dan Rekomendasi Lokal

Kepercayaan Penikmat Kuliner pada Michelin Bergeser: Antara Panduan Bergengsi dan Rekomendasi Lokal

Sejumlah penikmat kuliner menilai Michelin Guide masih bergengsi, tetapi tidak lagi menjadi satu-satunya rujukan saat memilih tempat makan—terutama ketika berwisata di Vietnam. Pengalaman pribadi, rekomendasi warga lokal, dan pengaruh media sosial kini kerap lebih menentukan dibanding simbol Michelin di depan restoran.

Orion Grove, warga negara Amerika, mengaku sulit melupakan hidangan sederhana dan terjangkau yang ia temukan lewat rekomendasi penduduk setempat saat berkunjung ke Vietnam. Ia menyebut Michelin Guide tetap berguna baginya ketika berada di AS, Yunani, maupun Vietnam. Namun, ia menilai lambang Michelin tidak selalu menjamin pengalaman bersantap yang berkesan.

“Terkadang makanan terbaik tidak ditemukan di restoran berbintang Michelin, tetapi di gang kecil atau di dapur keluarga,” kata Orion kepada Tri Thức - Znews.

Pengalaman Orion sejalan dengan kecenderungan yang lebih luas. Semakin banyak wisatawan menemukan masakan Vietnam melalui media sosial dan rekomendasi lokal, alih-alih hanya mengandalkan panduan atau peringkat internasional.

Kanishchev Maksim, warga negara Rusia berusia 31 tahun yang telah tinggal dan bekerja di Hanoi selama empat tahun, mengatakan ia pernah mencoba banyak restoran dalam daftar Michelin. Namun, seiring waktu ia tidak lagi menjadikan Michelin sebagai kriteria utama dalam memilih tempat makan.

Maksim mengakui restoran berbintang Michelin umumnya memakai bahan lebih baik dan penyajian lebih mewah. Meski demikian, dari sisi rasa ia tidak merasakan perbedaan yang signifikan dibanding banyak tempat makan lokal. “Michelin bukanlah prioritas saya saat mencari tempat makan,” ujarnya.

Sementara itu, Lee Kwang Soo dari Korea Selatan menilai bintang Michelin sangat berharga ketika ia mencari restoran di Korea Selatan, Jepang, atau Eropa. Akan tetapi, di Vietnam ia lebih memprioritaskan rekomendasi keluarga lokal dan komunitas kuliner di media sosial.

Setelah mendatangi sejumlah restoran yang tercantum dalam Michelin seperti Pho 10 Ly Quoc Su, Pho Khoi Hoi, dan Banh Cuon Ba Hoanh, Kwang Soo menilai tempat-tempat tersebut cenderung konsisten dan cocok bagi wisatawan internasional. Namun, pengalaman kuliner yang paling berkesan baginya justru sering datang dari tempat makan lokal yang kurang dikenal.

Perubahan cara pandang terhadap Michelin juga terjadi di kalangan penikmat kuliner Vietnam. Nguyen Quynh Anh, 29 tahun, warga Hanoi, mengikuti dengan saksama daftar Michelin saat panduan itu pertama kali hadir di Vietnam. Beberapa tahun kemudian, antusiasme itu bergeser. Ia lebih sering memilih tempat makan yang direkomendasikan teman, yang ia temukan secara tidak sengaja di jalan, atau tempat kasual yang masuk kategori Michelin Selected.

Dari berbagai pengalaman, Quynh Anh menyadari Michelin menilai restoran bukan hanya berdasarkan kelezatan, tetapi juga beragam kriteria lain. Meski begitu, reputasi cita rasa tetap menjadi hal utama yang menarik perhatiannya. “Michelin mungkin telah membangkitkan rasa ingin tahu saya, tetapi itu bukanlah faktor penentu,” katanya.

Secara global, analisis yang diterbitkan majalah The Economist pada 2025 mencatat Michelin Guide bukan lagi “satu-satunya pembentuk selera”. Para penikmat kuliner semakin sering mencari rekomendasi melalui TikTok, Instagram, Yelp, atau TripAdvisor, bukan hanya mengandalkan panduan tradisional.

Survei 2025 oleh Belle Communication, perusahaan media dan riset pasar berbasis di AS, juga menunjukkan 73% Generasi Z dan Milenial mengunjungi restoran setelah melihat konten di media sosial. Temuan ini menggambarkan Michelin tetap prestisius, tetapi kini hanya menjadi salah satu dari banyak titik referensi.

Dari sudut pandang pasar Vietnam, Hoang Tung, Ketua F&B Investment, menilai Michelin Guide masih termasuk sistem peringkat paling berpengaruh di industri kuliner. Pada masa awal kehadirannya, pengaruh media dinilai sangat kuat sehingga banyak restoran menjadi tujuan “wajib coba” dan mengalami peningkatan pelanggan setelah mendapat pengakuan.

Namun, setelah empat tahun, pasar semakin familiar sehingga dampaknya tidak lagi sekuat sebelumnya. Meski begitu, Hoang Tung menyebut Michelin tetap dapat menjadi jaminan kualitas yang penting untuk membantu restoran meningkatkan reputasi merek, menarik pelanggan, dan membangun keunggulan kompetitif.

Ia menekankan bahwa masuk Michelin merupakan pengakuan kualitas pada suatu waktu, tetapi tidak otomatis menjamin keberhasilan bisnis jangka panjang. Daftar Michelin Vietnam 2026 mencatat 10 tempat makan yang mendapat penghargaan pada tahun sebelumnya telah dihapus dari sistem, termasuk beberapa yang berhenti beroperasi.

Salah satu kasus yang disorot adalah restoran dan lounge pho Chi Mo di Kota Ho Chi Minh yang mengumumkan penutupan satu hari sebelum dinobatkan dalam kategori Gourmand Bib Michelin Guide. Rangkaian contoh tersebut menunjukkan peringkat Michelin merefleksikan pengalaman bersantap, tetapi bukan jaminan pendapatan, jumlah pelanggan, atau kelangsungan usaha.

Para ahli juga mencatat perubahan perilaku konsumen di Vietnam. Jika sebelumnya pilihan restoran banyak bertumpu pada rekomendasi dari mulut ke mulut dan media, kini keputusan semakin dipengaruhi platform seperti TikTok, Facebook, Instagram, Google Maps, serta aplikasi pesan antar makanan.

Meski demikian, Hoang Tung menilai meningkatnya jumlah restoran Vietnam yang mendapat pengakuan Michelin tetap membawa makna positif. Menurutnya, Michelin dapat membantu mempromosikan masakan Vietnam dan mendekatkan citra Vietnam kepada wisatawan internasional. Namun, ia menekankan yang terpenting bukanlah jumlah restoran berstatus Michelin, melainkan kemampuan mengubah hidangan lezat menjadi merek yang kuat dan kisah budaya yang dapat menyebar secara global.

“Michelin dapat membuat sebuah restoran lebih terkenal, tetapi pelangganlah yang menentukan apakah merek tersebut akan bertahan. Bintang yang terpenting bukanlah bintang Michelin, tetapi bintang di hati para pelanggan,” katanya.