Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menutup rangkaian Pelatihan Daring Gizi dan Kesehatan untuk Anak Usia Sekolah dan Remaja melalui implementasi Program Gizi untuk Prestasi/Nutrition Goes to School (NGTS) bagi sekolah dan madrasah, Rabu (7/5/2026). Kegiatan ini dilaksanakan melalui kolaborasi SEAMEO Regional Centre for Food and Nutrition (SEAMEO RECFON), Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Kemendikdasmen, serta Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI.
Pelatihan yang berlangsung selama lima minggu tersebut diikuti guru, kepala sekolah, dan tenaga kependidikan dari satuan pendidikan sekolah maupun madrasah di 125 kabupaten/kota pada 33 provinsi. Program ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tenaga pendidik dalam menyampaikan edukasi gizi dan kesehatan bagi anak usia sekolah serta remaja, sekaligus menyusun Rencana Tindak Lanjut (RTL) program gizi berbasis sekolah dan madrasah.
RTL yang disusun peserta diarahkan untuk memperkuat Program Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah (UKS/M) dan Gerakan Sekolah Sehat di satuan pendidikan. Program Gizi untuk Prestasi juga disebut sebagai bagian dari upaya penguatan gizi dan kesehatan anak usia sekolah dan remaja melalui peningkatan kapasitas tenaga pendidik, serta mendorong penerapan program gizi berbasis sekolah guna menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan mendukung tumbuh kembang peserta didik.
Dalam pelatihan ini tercatat 550 peserta terdaftar, dengan 494 peserta tetap aktif mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga akhir. Para peserta mempresentasikan RTL yang disusun berdasarkan kondisi dan kebutuhan di sekolah maupun madrasah masing-masing.
Menanggapi paparan peserta, Tenaga Ahli SEAMEO RECFON Luh Ade Ari Wiradnyani menekankan pentingnya identifikasi masalah gizi secara spesifik di setiap sekolah sebagai fondasi perubahan yang nyata dan berkelanjutan. “Kita harus mengidentifikasi lebih dalam masalah apa yang ada di sekolah. Itu menjadi kunci untuk melihat perubahan nyata pada siswa,” ujarnya.
Dari Kementerian Agama RI, Kasubdit Kurikulum dan Evaluasi Direktorat KSKK Madrasah Abdul Basit menyampaikan paparan bertajuk “Madrasah Sehat: Integrasi Pendidikan Karakter, Gizi, dan Kesehatan dalam Kurikulum Keagamaan”. Ia menegaskan penguatan gizi dan kesehatan siswa merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kurikulum dan pembentukan karakter di madrasah. “Kita harus memperkuat konsep makanan bersih dan sehat di lingkungan madrasah. Gizi dan kesehatan merupakan bagian dari implementasi pembelajaran yang mendalam,” jelasnya.
Salah satu peserta, Eka Mayasari, guru MIN 2 Bandar Lampung, menyampaikan pelatihan tersebut memperkaya pemahaman tentang gizi seimbang. “Pelatihan ini memberikan pemahaman bahwa gizi seimbang bukan hanya tentang makan kenyang, tetapi juga investasi bagi masa depan anak. Pola makan beragam dan seimbang dapat dimulai dari kebiasaan sederhana seperti sarapan,” ungkapnya.
Acara penutupan disampaikan Plt. Direktur SEAMEO RECFON Herqutanto yang mengapresiasi komitmen dan partisipasi peserta selama pelatihan. Ia berharap rencana tindak lanjut yang telah disusun dapat dijalankan secara konsisten dan memberi dampak berkelanjutan bagi lingkungan sekolah serta tumbuh kembang siswa.
Melalui Program Gizi untuk Prestasi, Kemendikdasmen bersama SEAMEO RECFON dan Kementerian Agama RI melanjutkan penguatan kapasitas tenaga pendidik untuk mewujudkan lingkungan sekolah dan madrasah yang sehat, sekaligus mendukung upaya penanggulangan stunting.

