SAMARINDA – Musim kemarau dalam beberapa waktu terakhir mulai berdampak pada ketersediaan sejumlah komoditas buah di pasaran. Kondisi ini turut dirasakan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sungai Kunjang, yang menyiapkan menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi ribuan penerima manfaat di Kota Samarinda.
Kepala SPPG Sungai Kunjang Lok Bahu, Resty Annisa Kusnadi, mengatakan pasokan beberapa jenis buah yang sebelumnya mudah diperoleh kini mulai berkurang. Dalam satu bulan terakhir, pihaknya mengalami kesulitan mendapatkan buah-buahan tertentu yang biasa tersedia untuk kebutuhan menu harian MBG.
“Sempat buat cari buah naga, kelengkeng dan beberapa buah lainnya, tapi di pasar nggak ada,” ujar Resty, Kamis (11/6/2026).
Menurutnya, keterbatasan pasokan membuat pilihan buah yang disajikan kepada penerima manfaat menjadi lebih terbatas. Saat ini, kebutuhan buah lebih banyak dipenuhi dari komoditas yang masih tersedia di pasaran, seperti semangka, melon, dan pisang.
“Walau begitu, kebutuhan gizi tetap kami penuhi sesuai ketentuan, hanya saja pilihan buah yang tersedia saat ini tidak sebanyak biasanya,” katanya.
Program Makan Bergizi Gratis membutuhkan pasokan buah setiap hari sebagai salah satu komponen menu makanan. Karena itu, ketersediaan buah menjadi faktor penting untuk mendukung kelancaran program.
Resty berharap pasokan buah di pasaran dapat kembali stabil agar pilihan menu bagi penerima manfaat semakin beragam. “Saat ini, kami masih mengandalkan semangka, melon, dan pisang yang relatif mudah diperoleh,” tambahnya.

