Perkembangan kawasan selatan Paramount Gading Serpong dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan transformasi signifikan sebagai salah satu pusat aktivitas baru masyarakat urban di Tangerang Raya. Sejumlah area komersial seperti Maggiore, Pisa Grande, Sorrento, Verona, Manhattan District, hingga Aniva tumbuh menjadi destinasi bisnis, kuliner, dan gaya hidup modern.
Ramainya aktivitas terlihat dari tingginya kunjungan masyarakat ke tenant kuliner, pusat hiburan, serta berbagai bisnis yang tengah populer. Di sejumlah lokasi, antrean panjang kerap mewarnai kawasan komersial yang beroperasi. Kondisi ini menempatkan selatan Paramount Gading Serpong sebagai salah satu pusat komersial yang dinamis di wilayah Gading Serpong.
Salah satu kawasan yang menonjol adalah Maggiore. Area komersial ini berkembang pesat sebagai destinasi bisnis regional di kawasan suburban Jakarta. Sepanjang 2025, tercatat lebih dari 1.460 bisnis baru hadir di kawasan tersebut, menjadikannya magnet baru bagi investasi dan aktivitas ekonomi.
Country Head JLL Indonesia, Farazia Basarah, menilai sektor properti komersial masih akan menjadi salah satu pilar utama yang menopang pertumbuhan pasar properti nasional, termasuk di wilayah penyangga Jakarta. Menurutnya, meski pergerakan pasar berlangsung moderat, permintaan ruang usaha dan peluang ekspansi bisnis di kawasan suburban tetap memperlihatkan tren positif.
Farazia menyebut faktor kenyamanan hidup, dukungan infrastruktur yang terus berkembang, serta prospek investasi jangka panjang menjadi pendorong meningkatnya minat masyarakat dan investor terhadap kawasan penyangga Ibu Kota. Namun, di tengah pesatnya aktivitas ekonomi tersebut, ia menambahkan muncul kebutuhan baru dari masyarakat urban: selain dekat pusat aktivitas, mereka juga menginginkan hunian yang menawarkan ketenangan, privasi, dan kenyamanan sebagai tempat beristirahat.
Tren ini mendorong pengembangan kota modern yang mengintegrasikan kawasan residensial dan komersial secara seimbang, tanpa mengabaikan kualitas hidup penghuni.
Direktur Planning & Design Paramount Land, Henry Napitupulu, mengatakan preferensi konsumen juga mengalami pergeseran. Masyarakat kini tidak hanya mencari hunian yang strategis, tetapi juga lingkungan yang mendukung gaya hidup sehat dan lebih dekat dengan alam. “Selama beberapa tahun belakangan ini, terdapat pergeseran preferensi masyarakat yang lebih mendambakan aktivitas yang banyak berinteraksi dengan alam dan outdoor,” ujarnya.
Menurut Henry, perubahan pola hidup tersebut turut memengaruhi arah pengembangan kawasan hunian premium, termasuk Matera Lakeside yang berada di selatan Paramount Gading Serpong. Kawasan Matera sebelumnya dikenal melalui pengembangan Matera Residences dan Matera Signature yang mendapatkan respons positif pada segmen premium.
Matera Lakeside dikembangkan dengan konsep low-density luxury living yang menekankan privasi, suasana resort, serta kedekatan dengan alam. Salah satu daya tariknya adalah keberadaan Danau Cihuni seluas sekitar 32 hektare yang menjadi elemen utama lingkungan hunian. Meski menawarkan suasana tenang dan eksklusif, kawasan ini tetap berada dekat dengan pusat bisnis, kuliner, dan lifestyle yang berkembang di selatan Paramount Gading Serpong.
Henry menjelaskan, desain kawasan disiapkan untuk menciptakan pengalaman tinggal yang lebih privat di tengah lingkungan urban yang aktif. “Akses menuju Matera Lakeside menggunakan double gate system. Akses ini juga tidak menghadap Jalan Boulevard Matera, melainkan berada di sisi Danau Cihuni sehingga memberikan kesan lebih eksklusif dan privat,” katanya.
Untuk meningkatkan kenyamanan, setiap unit disebut dilengkapi indoor backyard, taman outdoor, serta lanskap hijau yang berfungsi sebagai pembatas alami guna menjaga privasi sekaligus menghadirkan suasana asri. Konsep resort living juga didukung fasilitas outdoor seperti jogging track, children playground, outdoor gym, hingga akses langsung menuju Maggiore Hills Park di kawasan sempadan Danau Cihuni. “Seluruh fasilitas kawasan dirancang untuk mendekatkan penghuni dengan alam dan mendukung gaya hidup sehat,” tambah Henry.
Paramount Land menilai konsep hunian modern tidak lagi hanya berfokus pada bangunan, melainkan juga pada kemampuan kawasan dalam memenuhi kebutuhan harian secara lengkap dan terintegrasi. Karena itu, Matera Lakeside mengusung konsep Everything is Here, yang selama ini menjadi ciri pengembangan Paramount Gading Serpong. Berbagai fasilitas seperti pusat kuliner dan lifestyle, sekolah, fasilitas kesehatan, pusat perbelanjaan, hingga akses utama penghubung Gading Serpong dan BSD City diklaim dapat dijangkau dengan mudah.
Direktur Paramount Land, Chrissandy Dave, menyebut karakter konsumen di Gading Serpong cenderung mengutamakan kemudahan akses ke berbagai fasilitas dan pusat aktivitas. “Yang cari Gading Serpong itu memang maunya serba dekat. Mau segmen tengah, atas, sampai luxury, tetap suka yang dekat dengan area komersial,” ujarnya.
Di tengah meningkatnya aktivitas kawasan perkotaan, kebutuhan akan ketenangan, ruang hijau, dan kualitas hidup menjadi pertimbangan dalam memilih hunian premium. Menurut Chrissandy, kehadiran kawasan seperti Matera Lakeside mencerminkan tren hunian yang berupaya menyeimbangkan aksesibilitas dan privasi. “Di sini, penghuni tetap dapat menikmati kedekatan dengan pusat bisnis, kuliner, dan hiburan, namun tetap memiliki ruang yang nyaman untuk beristirahat, menikmati alam, serta memulihkan energi di tengah dinamika kehidupan urban modern,” pungkasnya.

