Kota Batu selama ini dikenal dengan ragam wisata buatan. Kini, wisata edukasi kopi hadir sebagai alternatif baru dengan memperkenalkan produk kopi olahan khas daerah setempat.
Wisata edukasi tersebut berada di Dusun Buludendeng, Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji. Salah satu daya tariknya adalah kopi yang disebut memiliki rasa apel dalam seduhan.
Penggerak Kampung Kopi Bulukerto, Oktavian Dwi Suhermanto, mengatakan inovasi ini sempat diragukan pada awalnya. Namun, setelah dicoba, respons yang diterima dinilai melampaui perkiraan. Ia menyampaikan hal itu saat ditemui di Kampung Kopi Aroma Apel, Rabu siang (21/10).
Menurutnya, kopi yang diproduksi tidak hanya beraroma apel, tetapi juga memiliki aftertaste apel. Produk tersebut dinamai kopi Siman.
Oktavian menjelaskan, kopi arabika memiliki sifat menyerap aroma dari lingkungan sekitarnya. Karena itu, tanaman kopi sengaja ditanam di bawah pohon apel agar hasil panen memiliki aroma segar buah apel.
Dari sisi harga, kopi bubuk dijual Rp10 ribu per 100 gram dan Rp40 ribu per 200 gram. Sementara green bean dipatok Rp350 ribu per 5 kilogram.
Ia menambahkan, kopi apel ditanam di lahan seluas 10 hektare yang dikelola Kelompok Tani Sri Makmur. Dalam setahun, petani disebut dapat memanen sekitar 600 kilogram. Selain varian apel, pengembangan aroma buah lain disebut masih dalam tahap uji coba.

