Kelurahan Kaliombo meluncurkan Kaliombo Kampoeng Kuliner pada Minggu malam (24/1/2025) sebagai upaya mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat. Kegiatan ini memadukan aneka jajanan lokal dengan hiburan kreatif dalam sebuah wadah yang dikelola secara mandiri oleh warga.
Meski baru diresmikan, penyelenggaraan perdana tersebut menarik antusiasme pengunjung. Sejak sore hingga malam, taman seluas 1.200 meter persegi dipadati ratusan warga yang datang untuk mencicipi berbagai hidangan yang ditawarkan para pedagang.
Kaliombo Kampoeng Kuliner disebut lahir dari kolaborasi pemuda Karang Taruna, perangkat kelurahan, serta Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Ketua Karang Taruna Kelurahan Kaliombo, Rendi, mengatakan kegiatan ini diharapkan menjadi ruang bagi masyarakat untuk berinovasi sekaligus meningkatkan ekonomi lokal. “Kami ingin membuat acara ini menjadi wadah bagi masyarakat untuk berinovasi dan meningkatkan ekonomi lokal,” ujarnya, Minggu (25/1/2026).
Dalam pelaksanaannya, sedikitnya 25 pedagang turut berpartisipasi. Ragam sajian yang tersedia mencakup jajanan lawas hingga kuliner kekinian yang diminati berbagai kalangan.
Selain kuliner, panitia juga menyiapkan panggung hiburan sebagai ajang kreativitas. Area hiburan ini menjadi salah satu daya tarik bagi pengunjung dari berbagai usia, mulai anak-anak hingga orang dewasa.
Penyelenggaraan Kaliombo Kampoeng Kuliner juga disebut sebagai kelanjutan dari tren positif bazar HUT RI tahun 2025. Melihat tingginya antusiasme warga, gagasan untuk menjadikannya agenda tetap kemudian muncul.
Ketua Pokdarwis sekaligus Ketua RW 05 Kaliombo, Dimiati, menyampaikan kegiatan ini direncanakan menjadi agenda rutin mingguan. “Untuk event ini kita adakan setiap satu minggu sekali setiap hari Sabtu (Malam Minggu). Respons dari Pemerintah Daerah sangat bagus, terutama dari Pak Lurah dan Pak Camat yang sangat mendukung,” katanya.
Kaliombo Kampoeng Kuliner dijadwalkan beroperasi pukul 16.00 hingga 23.00 WIB. Melalui kegiatan ini, warga berharap kawasan tersebut tidak hanya menjadi tujuan berburu jajanan, tetapi juga memperkuat kemandirian ekonomi lewat pemberdayaan masyarakat setempat.

