Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat memecahkan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) melalui penyajian 12.000 porsi lontong khas Sukadana. Rekor tersebut dicatatkan pada pembukaan Kalbar Food Festival ke-7 yang dirangkaikan dengan Saprahan Khatulistiwa ke-6 di halaman Ayani Megamall, Kota Pontianak, Minggu.
Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan mengatakan capaian itu tidak semata-mata soal pemecahan rekor, melainkan upaya menunjukkan kekayaan kuliner dan budaya daerah. “Ini bukan hanya tentang rekor, tetapi bagaimana kita menunjukkan kepada dunia bahwa Kalimantan Barat memiliki kekayaan kuliner dan budaya yang luar biasa. Lontong Sukadana hari ini menjadi simbol kebersamaan dan identitas kita,” ujar Norsan.
Menurutnya, penyajian ribuan porsi lontong tersebut juga menjadi sarana promosi untuk memperkenalkan kuliner khas Kalimantan Barat kepada khalayak luas, sekaligus memperkuat identitas budaya di tengah arus globalisasi. Ia menilai kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi masyarakat dalam mengangkat kuliner lokal ke tingkat nasional maupun global.
Festival ini dijadwalkan berlangsung hingga 10 Mei 2026. Rangkaian kegiatan yang ditampilkan meliputi pemilihan duta kuliner, pertunjukan musik, peragaan busana, peluncuran tenun, lomba tari, hingga kompetisi memasak. Ratusan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) turut ambil bagian dengan membuka stan kuliner khas Kalimantan Barat.
Norsan menyebut Kalbar Food Festival menjadi wadah strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal melalui kolaborasi pemerintah, pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat. Ia juga menegaskan komitmen pemerintah provinsi untuk mendukung UMKM melalui pembinaan, akses permodalan, dan perluasan pasar agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.
Dalam kesempatan itu, Norsan menekankan pentingnya menjaga kualitas, higienitas, serta inovasi dalam pengembangan produk kuliner tanpa meninggalkan cita rasa autentik daerah.
Sementara itu, Ketua TP PKK Provinsi Kalimantan Barat Erlina berharap kegiatan tersebut memperkuat sinergi dalam pemberdayaan keluarga dan pengembangan pangan lokal. “Kegiatan ini sangat strategis untuk mendorong pemanfaatan pangan lokal, meningkatkan kreativitas, serta memperkuat ketahanan pangan keluarga,” katanya.
Erlina juga menyampaikan kehadiran juara MasterChef Indonesia Season 13, Stephanie Meyerson, diharapkan dapat menginspirasi masyarakat dalam mengolah pangan lokal menjadi produk yang lebih modern dan bernilai jual tinggi.
Founder Kalbar Food Festival Edy Hartono menyatakan penyelenggaraan tahun ketujuh ini merupakan hasil konsistensi dan kolaborasi berbagai pihak dalam mengangkat potensi kuliner daerah.

