BERITA TERKINI
Kader Posyandu di Air Jamban Perkuat Dapur Sehat untuk Cegah Stunting

Kader Posyandu di Air Jamban Perkuat Dapur Sehat untuk Cegah Stunting

Upaya pencegahan stunting di wilayah Air Jamban mendapat dorongan baru setelah para kader Posyandu setempat memperoleh pelatihan dan pendampingan melalui Program PENTING yang dijalankan PHR. Salah satu kader, Yulianti, menyebut dukungan tersebut membuatnya tidak lagi bergerak sendiri dalam mengedukasi dan mendampingi keluarga terkait pemenuhan gizi.

Melalui program ini, Yulianti dan kader lainnya mendapatkan pelatihan pengolahan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis komunitas disertai pendampingan intensif. Dampaknya, pola kerja kader di Air Jamban berubah: dari yang sebelumnya berfokus pada rutinitas Posyandu, kini mereka mampu mengolah PMT secara mandiri melalui Dapur Sehat.

Pendekatan personal yang dilakukan secara sabar juga disebut mulai menumbuhkan kepercayaan masyarakat. Seiring berjalannya waktu, konsistensi para kader menunjukkan hasil. Kader Posyandu dinilai semakin solid, lebih aktif, serta memiliki kapasitas untuk mengedukasi gizi dan mengolah nutrisi dari bahan lokal. Di sisi lain, masyarakat semakin terbuka terhadap edukasi gizi dan lebih aktif memantau tumbuh kembang anak melalui Posyandu.

Di Air Jamban, upaya ini telah menjangkau 22 penerima manfaat langsung, terdiri dari 15 balita dan 7 ibu hamil. Secara lebih luas, Program PENTING disebut telah memberi manfaat kepada 908 orang di 22 desa wilayah Riau melalui edukasi pencegahan stunting, mencakup masyarakat umum, ibu hamil, dan remaja tingkat sekolah.

Sementara itu, distribusi PMT dan PKMK dilaporkan telah menjangkau 395 penerima manfaat langsung, yang terdiri atas 301 balita stunting atau berisiko stunting serta 94 ibu hamil dengan kondisi KEK atau berisiko tinggi.

Bagi Yulianti, perubahan yang terlihat pada anak-anak dan keluarga menjadi motivasi utama. Ia mengatakan, “Saat melihat anak-anak mulai tumbuh lebih sehat dan para ibu semakin peduli dengan gizi keluarganya, rasanya semua proses, lelah, dan tantangan yang kami lalui benar-benar terbayar.”

Bertepatan dengan Hari Kesehatan Internasional pada 7 April 2026, kisah Yulianti dan para kader Posyandu di Air Jamban menjadi gambaran bahwa akses kesehatan dan kesadaran gizi dapat diwujudkan melalui aksi di tingkat komunitas. Manager Community Involvement & Development (CID) PHR, Iwan Ridwan Faizal, menilai perjuangan para kader menunjukkan ketangguhan dalam membangun kemandirian. “Menyaksikan perjuangan Ibu Yulianti dan rekan-rekan kader di Air Jamban adalah pelajaran nyata tentang ketangguhan. Mereka membuktikan bahwa dari sebuah dapur swadaya, kita bukan hanya sedang menyiapkan menu tambahan, melainkan sedang membangun benteng pertahanan untuk masa depan generasi yang lebih baik,” ujarnya.