Di tengah upaya menekan angka stunting di Provinsi Riau, Yulianti, kader Posyandu di Kelurahan Air Jamban, Duri, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, menjalankan peran yang kian luas dalam pendampingan kesehatan ibu dan anak.
Yulianti telah mengabdi lebih dari tiga dekade sebagai kader Posyandu. Pengalaman panjang itu membuatnya menjadi saksi sekaligus pelaku dalam berbagai upaya menjaga kesehatan ibu hamil dan balita di lingkungannya.
Melalui kolaborasi dengan program PHR Peduli Stunting (Penting), Yulianti menginisiasi Dapur Sehat Ruko Permata. Gerakan swadaya ini difokuskan pada pengolahan makanan bergizi bagi balita dan ibu hamil.
Sebelum program berjalan, tantangan yang dihadapi cukup berat. Yulianti menyebut pemahaman masyarakat mengenai gizi seimbang masih rendah. Dalam beberapa kesempatan, ia juga menghadapi penolakan halus saat mendatangi rumah warga, sementara keterbatasan ekonomi membuat pangan bergizi belum menjadi prioritas bagi sebagian keluarga.
“Dulu kami sering bingung harus mulai dari mana, bahkan sempat menghadapi penolakan saat datang ke rumah warga,” ujar Yulianti mengenang masa sulitnya, Jumat (3/4).
Kehadiran program Penting dinilai memberi dukungan baru bagi para kader. Yulianti dan kader lainnya memperoleh pelatihan pengolahan pemberian makanan tambahan (PMT) berbasis komunitas serta pendampingan yang lebih intensif.
Dukungan tersebut ikut mengubah pola kerja kader di Kelurahan Air Jamban. Jika sebelumnya kegiatan lebih berfokus pada rutinitas Posyandu, kini para kader mulai mampu mengolah PMT secara mandiri melalui Dapur Sehat. Pendekatan personal yang dilakukan secara sabar juga disebut mulai menumbuhkan kepercayaan masyarakat.
Seiring berjalanannya kegiatan, konsistensi para kader disebut mulai membuahkan hasil. Kader Posyandu dinilai menjadi lebih solid, aktif, dan memiliki kapasitas dalam mengedukasi serta mengolah nutrisi lokal. Di sisi lain, masyarakat disebut semakin terbuka terhadap edukasi gizi dan lebih aktif memantau tumbuh kembang anak melalui Posyandu.
Di wilayah Air Jamban, upaya ini telah menjangkau 22 penerima manfaat langsung yang terdiri dari 15 balita dan 7 ibu hamil. Secara lebih luas, program Penting disebut telah memberi manfaat kepada 908 orang di 22 desa di Riau melalui edukasi pencegahan stunting, mencakup masyarakat umum, ibu hamil, dan remaja tingkat sekolah.

