BERITA TERKINI
Kader Posyandu Air Jamban Inisiasi Dapur Sehat Swadaya untuk Cegah Stunting

Kader Posyandu Air Jamban Inisiasi Dapur Sehat Swadaya untuk Cegah Stunting

Upaya penurunan angka stunting di Provinsi Riau turut diwarnai cerita Yulianti, kader Posyandu di Kelurahan Air Jamban, Duri, Kabupaten Bengkalis. Selama lebih dari tiga dekade, Yulianti terlibat dalam pendampingan kesehatan ibu dan anak di lingkungannya.

Dalam perkembangannya, Yulianti berkolaborasi dengan program PHR Peduli Stunting (PENTING) dan menginisiasi Dapur Sehat Ruko Permata. Gerakan swadaya ini berfokus pada pengolahan makanan bergizi bagi balita dan ibu hamil, termasuk melalui Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis komunitas.

Sebelum dapur sehat berjalan, Yulianti menghadapi sejumlah kendala. Ia menilai pemahaman masyarakat mengenai gizi seimbang masih rendah. Selain itu, sebagian warga belum percaya pada intervensi gizi, sementara keterbatasan ekonomi membuat pangan bergizi kerap tidak menjadi prioritas keluarga. “Dulu kami sering bingung harus mulai dari mana, bahkan sempat menghadapi penolakan saat datang ke rumah warga,” ujar Yulianti, Jumat (3/4/2026).

Menurutnya, kehadiran program PENTING menjadi dorongan baru karena para kader tidak lagi bergerak sendiri. Yulianti dan kader lain mendapatkan pelatihan pengolahan PMT berbasis komunitas serta pendampingan intensif. Dukungan tersebut mengubah pola kerja kader di Air Jamban, dari yang semula berfokus pada rutinitas Posyandu menjadi mampu mengolah PMT secara mandiri melalui Dapur Sehat.

Pendekatan personal yang dilakukan secara bertahap disebut membantu menumbuhkan kepercayaan warga. Seiring waktu, kader Posyandu dinilai semakin solid, aktif, dan memiliki kapasitas dalam edukasi gizi sekaligus pengolahan nutrisi lokal. Di sisi lain, masyarakat mulai lebih terbuka terhadap edukasi gizi dan lebih aktif memantau tumbuh kembang anak di Posyandu.

Di wilayah Air Jamban, kegiatan ini tercatat menjangkau 22 penerima manfaat langsung, terdiri atas 15 balita dan 7 ibu hamil. Secara lebih luas, program PENTING disebut telah memberi manfaat kepada 908 orang di 22 desa di Riau melalui edukasi pencegahan stunting, mencakup masyarakat umum, ibu hamil, dan remaja tingkat sekolah.

Sementara itu, distribusi PMT dan PKMK dilaporkan menjangkau 395 penerima manfaat langsung, terdiri atas 301 balita stunting atau berisiko stunting dan 94 ibu hamil dengan kondisi Kekurangan Energi Kronis (KEK) atau berisiko tinggi.

Bagi Yulianti, perubahan yang terlihat pada anak dan keluarga menjadi motivasi utama. “Saat melihat anak-anak mulai tumbuh lebih sehat dan para ibu semakin peduli dengan gizi keluarganya, rasanya semua proses, lelah, dan tantangan yang kami lalui benar-benar terbayar,” katanya.

Pada peringatan Hari Kesehatan Internasional, 7 April 2026, kisah Yulianti dan para kader Posyandu di Air Jamban kembali menegaskan bahwa peningkatan akses kesehatan dan kesadaran gizi tidak berhenti pada konsep, melainkan membutuhkan aksi di tingkat komunitas. Manager Community Involvement & Development (CID) PHR, Iwan Ridwan Faizal, menilai upaya kader tersebut menjadi contoh ketangguhan. “Menyaksikan perjuangan Ibu Yulianti dan rekan-rekan kader di Air Jamban adalah pelajaran nyata tentang ketangguhan. Mereka membuktikan bahwa dari sebuah dapur swadaya, kita bukan hanya sedang menyiapkan menu tambahan, melainkan sedang membangun benteng pertahanan untuk masa depan generasi yang lebih baik,” ujarnya.