BERITA TERKINI
Jogjakarta Kembangkan Smart Tourism Berbasis Kearifan Lokal

Jogjakarta Kembangkan Smart Tourism Berbasis Kearifan Lokal

Kota Jogjakarta terus memperkuat posisinya sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Indonesia dengan mengembangkan konsep smart tourism yang dipadukan dengan kearifan lokal. Inovasi ini diarahkan untuk meningkatkan pengalaman wisatawan melalui pemanfaatan teknologi informasi, tanpa meninggalkan identitas budaya yang selama ini menjadi daya tarik utama.

Dalam penerapannya, smart tourism diwujudkan antara lain melalui penggunaan aplikasi digital untuk panduan wisata, pemesanan tiket secara online, serta penyediaan informasi destinasi secara real-time. Dengan dukungan layanan berbasis digital, wisatawan dapat mengakses informasi tentang tempat wisata, kuliner khas, hingga agenda budaya melalui smartphone.

Data yang disampaikan menyebutkan terdapat sekitar 800 hotel dan penginapan, 150 event yang sebagian digerakkan komunitas atau pihak swasta, serta 50 destinasi wisata yang dapat dikunjungi, termasuk kampung wisata.

Meski Kota Jogjakarta tidak memiliki destinasi wisata alam laut dan pegunungan, Pemerintah Kota Jogjakarta disebut berperan aktif mempromosikan berbagai pilihan wisata di sekitarnya. Sejumlah destinasi yang disebut antara lain Lava Tour Merapi, Candi Prambanan, Prambanan Jazz, Agrowisata Bhumi Merapi, pantai pasir putih, On The Rock, Ibarbo Park, Obelix Hills, HeHa Forest, dan Pictniq.

Keunggulan lain Jogjakarta dinilai terletak pada kemampuannya mengintegrasikan teknologi dengan nilai-nilai lokal. Budaya gotong royong, keramahan masyarakat, serta pelestarian tradisi tetap diposisikan sebagai elemen penting dalam pengembangan pariwisata.

Desa wisata di sekitar Jogjakarta yang mengembangkan kerajinan batik, seni pertunjukan, dan kuliner tradisional menjadi contoh bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan untuk mendukung promosi, sekaligus menjaga identitas budaya setempat.