BERITA TERKINI
Jemaat GPM Sion Ambon Dorong Pola Makan Sehat, Dosen Unpatti Ingatkan Soal Gizi Seimbang

Jemaat GPM Sion Ambon Dorong Pola Makan Sehat, Dosen Unpatti Ingatkan Soal Gizi Seimbang

Jemaat GPM Sion terus menggaungkan pentingnya pola makan bergizi melalui kegiatan kemitraan yang digelar di Gedung Gereja Sion, Ambon, Selasa (21/4/2026). Dalam kegiatan tersebut, jemaat diajak meninjau kembali kebiasaan makan sehari-hari, tidak sekadar berpatokan pada rasa kenyang.

Dosen Fakultas Pertanian Universitas Pattimura, Dr H.C.D Hellen Tuhumury-Palijama, menekankan bahwa makanan bukan hanya pengganjal lapar, melainkan penentu kualitas kesehatan individu hingga keluarga. Ia mengingatkan bahwa rasa kenyang tidak selalu sejalan dengan nilai kesehatan.

“Pertanyaannya sederhana, tetapi penting: apakah makanan yang kita konsumsi setiap hari sudah sehat? Tidak semua yang mengenyangkan itu menyehatkan,” kata Tuhumury di hadapan jemaat.

Menurutnya, kebiasaan mengonsumsi makanan berdasarkan ketersediaan tanpa mempertimbangkan keseimbangan gizi masih kerap terjadi di masyarakat. Ia menilai kualitas bahan pangan dan cara pengolahan sangat memengaruhi nilai gizi hidangan yang dikonsumsi.

Ia mencontohkan, penggunaan minyak berlebih, penggorengan berulang, hingga proses memasak yang terlalu lama dapat menurunkan kandungan gizi, bahkan berpotensi menghasilkan zat yang tidak baik bagi tubuh.

Tuhumury juga menekankan penerapan prinsip gizi seimbang, yakni pemenuhan zat gizi dengan komposisi yang tepat, mulai dari karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, hingga air. Selain itu, ia mengajak jemaat kembali memanfaatkan pangan lokal Maluku, salah satunya sagu, yang disebutnya memiliki keunggulan karena mengandung pati resisten yang baik bagi kesehatan pencernaan.

“Pati resisten tidak langsung menjadi glukosa, tetapi difermentasi di usus besar dan berfungsi seperti serat pangan yang bermanfaat bagi tubuh,” ujarnya.

Dalam pemaparannya, Tuhumury turut mengingatkan bahwa sumber gizi tinggi tidak selalu identik dengan bahan pangan mahal. Ia menyebut sejumlah sayuran lokal seperti daun kelor, daun singkong, bayam, dan daun katuk yang kaya beta karoten.

Kegiatan kemitraan ini diawali dengan ibadah yang dipimpin Pendeta Nony Telussa-Salawane dan dikoordinir oleh Komisi Kemitraan Jemaat GPM Sion. Penatua Vera Pattikawa-Latumeten mengatakan kegiatan tersebut bertujuan memperkuat kebersamaan keluarga jemaat sekaligus meningkatkan pemahaman terhadap isu-isu penting kehidupan, termasuk pola makan sehat.

“Ini bagian dari pemaknaan gereja sebagai rumah tangga (ecclesia domestica), di mana menjaga kesehatan keluarga melalui makanan bergizi juga merupakan bentuk pelayanan,” kata Vera.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut sejalan dengan Rencana Pengembangan Pelayanan Jemaat (RPPJ) 2025–2026 serta mendukung program pemerintah terkait promosi makanan bergizi bagi masyarakat.