Intermittent Fasting Makin Diminati, Ini Cara Kerja dan Imbauan Ahli

Intermittent Fasting Makin Diminati, Ini Cara Kerja dan Imbauan Ahli

Tren pola makan intermittent fasting (IF) atau puasa berselang kian populer di masyarakat, terutama di kalangan generasi muda yang mencari cara praktis untuk menjaga berat badan. Metode ini menekankan pengaturan jam makan dan jam puasa dalam periode tertentu.

Apa itu intermittent fasting?

Intermittent fasting adalah metode diet yang mengatur waktu makan dan puasa. Salah satu pola yang banyak dikenal adalah 16:8, yakni berpuasa selama 16 jam dan hanya makan dalam jendela waktu 8 jam.

Manfaat yang sering dikaitkan dengan IF

Selain dinilai fleksibel, IF juga disebut dapat membantu memperbaiki metabolisme tubuh dan menurunkan risiko penyakit kronis. Ahli gizi klinis dr. Liza Amalia menjelaskan bahwa IF tidak semata membatasi makan, melainkan memberi waktu istirahat bagi sistem pencernaan.

“Banyak penelitian menunjukkan bahwa IF bisa membantu menurunkan berat badan, mengontrol kadar gula darah, hingga memperbaiki fungsi otak. Tapi tetap harus dilakukan dengan pemahaman yang benar dan disesuaikan dengan kondisi tubuh masing-masing,” ujarnya.

Pengaruh media sosial dan gaya hidup

Popularitas IF turut meningkat seiring maraknya konten di media sosial. Banyak influencer membagikan pengalaman mereka menjalani pola makan ini. Sebagian orang juga mengombinasikan IF dengan olahraga ringan dan penerapan gaya hidup sehat lainnya.

Imbauan sebelum memulai

Meski menjanjikan beragam manfaat, para ahli mengimbau masyarakat untuk berkonsultasi dengan profesional kesehatan sebelum memulai intermittent fasting, terutama bagi mereka yang memiliki kondisi medis tertentu. Dengan pemahaman yang tepat dan penyesuaian pada kondisi tubuh, IF dapat menjadi salah satu pilihan untuk menjalani hidup yang lebih seimbang di tengah kesibukan.